Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Jual Hingga Sidoarjo, 2 Tersangka Kasus Home Industry Minyak Goreng Ilegal di Malang Diancam Pasal Berlapis

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Jun - 2024, 14:44

Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih (baris depan, tengah) saat memimpin konferensi pers ungkap kasus tindak pidana home industry pengemasan minyak goreng ilegal yang berlangsung di halaman Polres Malang pada Selasa (11/6/2024). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih (baris depan, tengah) saat memimpin konferensi pers ungkap kasus tindak pidana home industry pengemasan minyak goreng ilegal yang berlangsung di halaman Polres Malang pada Selasa (11/6/2024). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Satgas Pangan Polres Malang menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana home industry pengemasan minyak goreng ilegal. Dalam aksinya, para tersangka mendistribusikan minyak goreng ilegal ke wilayah Kabupaten Malang hingga Kabupaten Sidoarjo.

Satu dari dua tersangka bernama Muhammad Zainudin dengan inisial MZ. Tersangka 36 tahun tersebut merupakan warga Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Polisi Ungkap Pengancaman pada Ria Ricis Hingga Rp 300 Juta, Video Apa?

"Tersangka MZ berperan sebagai penanggungjawab untuk 
menyiapkan bahan baku minyak goreng curah dan kemasan botol. Selain itu tersangka juga berperan mempersiapkan karyawan untuk memproduksi dan mengemas minyak goreng ilegal," ungkap Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih, saat konferensi pers yang berlangsung di Halaman Polres Malang, Selasa (11/6/2024).

Sedangkan satu tersangka lainnya bernama Mulyono dengan inisial M. Tersangka 47 tahun tersebut merupakan warga Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Tersangka M berperan untuk menyediakan stiker yang bertuliskan Minyakita," ujar Perwira Polri dengan pangkat satu melati ini.

Stiker yang dipasok tersangka Mulyono itu tertulis jika minyak goreng yang mereka kemas berasal dari CV. Sinar Subur Barokah, Malang, Indonesia. Bahkan juga tercantum nomor registrasi dari Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM).

Belakangan diketahui, informasi yang termuat dalam stiker tersebut adalah bodong. "Kemudian stiker tersebut diserahkan kepada tersangka MZ untuk dilekatkan pada hasil produksi usaha pengemasan minyak goreng ilegal tersebut," imbuhnya.

Berdasarkan pendalaman polisi, para tersangka memproduksi dua jenis minyak goreng ilegal. Yakni minyak goreng curah dalam kemasan botol polos dan Minyakita ilegal.

"Selain berperan memasok stiker, tersangka M juga berperan mengedarkan dan menjual minyak goreng ilegal tersebut ke wilayah Malang dan Sidoarjo," ujar Imam.

Semula, sekitar bulan Maret 2023, tersangka Muhammad Zainudin sudah memulai usaha jual beli minyak goreng curah. Bisnis tersebut dilakukan tersangka di sebuah rumah yang 
berada di Jalan Suropati Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

Beberapa waktu kemudian, yakni pada tahun 2024, kedua tersangka bertemu. Di mana, dalam pertemuan tersebut tersangka Mulyono mengajak tersangka Muhammad Zainudin untuk bekerja sama mengemas dan memasarkan minyak goreng ilegal.

Mendengar tawaran peluang keuntungan yang lebih besar, tersangka Muhammad Zainudin akhirnya sepakat untuk menjalankan usaha ilegal tersebut. "Kedua tersangka memulai operasional usaha pengemasan, peredaran dan perniagaan minyak goreng ilegal tersebut sejak Februari 2024," imbuh Imam.

Baca Juga : Antisipasi Penyakit Ternak, Pemkot Batu Awasi Mobilisasi Hewan Kurban dari Dalam dan Luar Kota

Sebagaimana diberitakan, modus yang digunakan para tersangka adalah memproduksi atau mengemas, mengedarkan, dan meniagakan minyak goreng curah yang dikemas dalam kemasan botol polos dan botol berstiker merek Minyakita.

Guna menyiasati produk ilegal tersebut, para tersangka mencantumkan bahwa minyak goreng yang mereka produksi dikemas oleh CV. Sinar Subur Barokah. Padahal minyak goreng tersebut tidak memiliki izin edar.

Sementara itu, pada spesifikasi produk yang ada pada minyak goreng merek Minyakita yang dikemas para tersangka tersebut, juga tidak sesuai dengan label yang tercantum pada kemasan. Yakni menggunakan nomor registrasi BPOM milik perusahaan atau orang lain.

Hingga akhirnya, pada akhir Mei 2024, yakni pada Jumat (31/5/2024) sekitar pukul 18.00 WIB, Satgas Pangan Polres Malang menggerebek kedua tersangka. Penggerebekan berlangsung di home industry minyak goreng curah ilegal yang beralamat di Jalan Suropati, Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Selain mengamankan para tersangka, Satgas Pangan Polres Malang juga menyita sejumlah barang bukti dari hasil pengerebekan tersebut. Di antaranya meliputi kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan minyak goreng ilegal yang meliputi satu unit mobil pikap dan satu unit truk, 653 krat minyak goreng dengan rincian 1 krat berisi 12 botol atau total 7.836 botol berisi minyak goreng.

Selain itu, Satgas Pangan Polres Malang juga menyita beberapa kemasan minyak goreng ilegal berupa botol plastik polos sebanyak 144 botol dengan ukuran 750 mililiter (ml), plastik tutup botol berbagai jenis dengan masing-masing sebanyak 2.400 dan 4 ribu tutup botol, plastik wrap, mesin diesel, puluhan lembar stiker bertuliskan Minyakita, hairdryer, handphone, beberapa lembar surat jalan pembelian minyak goreng curah, hingga nota penjualan.

"Pasal berlapis yang kami persangkakan terhadap para tersangka yaitu terkait Undang-undang Perlindungan 
Konsumen, undang-undang Industri dan Undang -undang Perdagangan. Sedangkan ancaman hukumanya bervariatif yaitu kurungan penjara maksimal 5 tahun dan denda antara Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar," pungkas Imam.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Minyak Goreng Ilegal minyak curah pemalsu minyak goreng Polres Malang


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni