Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Antisipasi Penyakit Ternak, Pemkot Batu Awasi Mobilisasi Hewan Kurban dari Dalam dan Luar Kota

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Jun - 2024, 12:51

Jajaran Dispangtan Kota Batu dan Pj Wali Kota Aries Agung Paewai memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban Jalan Sultan Agung Kota Batu, Selasa (11/6/2024). (Foto: JatimTIMES)
Jajaran Dispangtan Kota Batu dan Pj Wali Kota Aries Agung Paewai memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban Jalan Sultan Agung Kota Batu, Selasa (11/6/2024). (Foto: JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hari raya Idul Adha atau hari raya kurban tinggal sekitar sepekan lagi. Perdagangan hewan kurban di Kota Batu mendapatkan pengawasan dari pemerintah kota (Pemkot) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan). Hal ini tak lain untuk mengantisipasi masalah kesehatan hewan ternak, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan, jika saat ini pihaknya telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan. Utamanya memantau mobilitas hewan ternak dan mengecek kondisi kesehatan agar layak jual untuk keperluan ibadah kurban tahun ini.

Baca Juga : Sebelum Meninggal Pam Pam Shagidog Ngeluh Nyeri Dada, Ini Penyebab Gagal Jantung di Usia Muda

"Kami sudah minta ke Dinas Pertanian (Dispangtan) agar memantau perkembangan mobilisasi hewan kurban yang di wilayah Kota Batu baik dari dalam dan luar," kata Aries saat meninjau penjualan kambing kurban di Jalan Sultan Agung Kota Batu, Selasa (11/6/2024).

Dia berharap dengan pemantauan ketat, hewan ternak seperti kambing dan sapi benar-benar layak dibeli dan disebarkan untuk hewan kurban. Terkait dengan mobilisasi hewan ternak, pihaknya juga ingin memastikan bahwa hewan dari luar Kota Batu telah tersertifikasi dan dilabeli sehat oleh pemerintah daerah asalnya.

Dimana hewan kurban yang sehat diberikan tanda label khusus keterangan layak jual. "Kita ingin memastikan tersertifikasi dan dicek kesehatannya dengan baik dan telah layak dibeli masyarakat. Kita melihat sudah dilabeli (sehat). Dengan begitu, persebaran PMK dan penyakit lain bisa kita tahan agar tidak sampai ada di Kota Batu," tambahnya.

Hal ini karena dirinya meyakini hewan ternak yang masuk di Kota Batu bukan hanya dari wilayah Kota Batu tapi juga dari luar kota. Sejumlah bantuan obat ternak disalurkan Dispangtan untuk membantu menjaga kesehatan hewan kurban. Termasuk vitamin sekitar 600 dosis.

Baca Juga : AKN Putra Sang Fajar Blitar Bersiap Rayakan Hari Musik Sedunia: FormaDiFie Kembali Gelar Sound Of DiFie #2

Untuk pengecekan, Pemkot dibantu oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dengan fakultas peternakan untuk memastikan kesehatan kambing dan sapi di Kota Batu.

"Kami bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi karena kami juga punya personel yang terbatas. Diharapkan dengan bantuan universitas yang memang membidangi bisa lebih efektif," imbuh Aries.


Topik

Pemerintahan Hewan Kurban Idul Adha dispangtan Kota Batu dispangtan penyakit hewan kurban


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni