Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara (Nana)
Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara (Nana)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang berharap banyak terhadap peningkatan jumlah homestay di desa wisata yang ada. 

Hal tersebut, didasarkan dengan semakin bertambahnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai wilayah wisata yang kini tumbuh secara signifikan di Kabupaten Malang. Tercatat 5 juta wisatawan mengalir masuk ke Bumi Arema selama setahun. 

Peningkatan kunjungan tersebut, tentunya memerlukan sarana pelengkap pariwisata bagi para wisatawan yang bermalam di lokasi tersebut. Khususnya homestay yang kini masih sekitar 358 unit dan tersebar di berbagai desa wisata. 

"Harapan kita minimal di akhir tahun ini bisa bertambah menjadi 500 unit. Desa-desa wisata yang telah tergabung dalam pokdarwis, menjadi sangat perlu memiliki homestay wisata," kata Made Arya Wedanthara Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Senin (17/9/2018) melalui sambungan telepon. 

Keberadaan homestay wisata Kabupaten Malang yang kini ada, dirasa kurang dengan jumlah kunjungan serta desa wisata yang sudah mencapai 100 wilayah di perdesaan. Tentunya, penambahan jumlah homestay menjadi sangat relevan dengan kondisi saat ini. 

Satu sisi akan melengkapi keindahan wisata desa yang kini sudah banyak dikelola oleh BUMDesa. Sisi lain akan membantu salah satu program pengentasan kemiskinan yang jadi prioritas di Kabupaten Malang. 

Made Arya menyampaikan, peluang homestay sangat prospektif. Hal ini dikarenakan, destinasi wisata di Kabupaten Malang relatif jauh dari wilayah perkotaan.

 "Ada banyak efek positif nantinya di kawasan pariwisata. Perputaran uang pun akan ada di sana,  sehingga nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya juga," ujarnya. 

Selain hal tersebut, keberadaan homestay juga akan semakin mendekatkan wisatawan dengan lokasi wisata yang dikunjunginya. Selain tentunya menginap di homestay lebih terjangkau dan akan memberikan sensasi yang berbeda dengan hotel. 

"Apalagi kalau homestay tersebut didesain dengan kreatif atau menonjolkan ciri khas Kabupaten Malang. Ini akan semakin melengkapi kawasan pariwisata yang telah ada," imbuh Made Arya. 

Selain harapan adanya penambahan homestay, persoalan yang masih menjadi perhatian serius adalah mengenai kebersihan lokasi wisata. Khususnya di wilayah wisata pantai Malang Selatan. Sebut saja Pantai Balekambang yang pengelolanya masih terus berjibaku untuk menerapkan kesadaran membuang sampah sembarangan masyarakat yang datang. 

Berbagai upaya menekan buang sampah sembarang pun terus dilakukan. Baik dengan penyediaan tempat sampah sampai pada berbagai kegiatan. Seperti bersih-bersih pantai yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah daerah. Sampai acara bernuansa pengelolaan sampah menjadi produk bernilai lebih. Seperti dalam Malang Beach Festival 2, Minggu (16/9/2018) kemarin.