Harga emas di Kota Malang masih fluktuatif meski tengah mengalami kenaikan harga. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Harga emas di Kota Malang masih fluktuatif meski tengah mengalami kenaikan harga. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harga emas mengalami fluktuasi atau terus bergerak hingga pertengahan September 2018.

Harga emas logam mulia yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan Rp 4 ribu per gram.

Hingga Jumat (14/9/2018) harga emas Antam yang menjadi acuan transaksi emas secara umum ditutup di angka Rp 615.380 setelah sebelumnya bertahan di angka Rp 611.350 per gram.

Di Kota Malang pun harga emas relatif menguat seiring dengan sentimen positif terhadap dolar. 

Karyawan Toko Emas Bulan Purnama, Yuli Anto mengungkapkan, harga emas murni dijual dengan harga beragam bergantung dengan jenisnya. Yakni emas murni Antam yang dibanderol Rp 685 ribu, lalu emas murni untung bersama sejahtera dihargai Rp 637 ribu. 

Emas murni London relatif lebih murah di angka Rp 588 ribu per gra. Sementara emas murni lokal, untuk kadar 99,7 persen per gram dipatok Rp 584 ribu dan kadar 99,1 persen di angka Rp 582 ribu.

"Khusus untuk emas murni Bulan Purnama per gram Rp 578 ribu," urainya. 

"Dalam hukum ekonomi, jika ada kenaikan barang dan jasa, otomatis berpengaruh ke permintaan. Kalau harga naik permintaan turun. Sehingga banyak orang yang lebih memilih emas muda karena harganya lebih terjangkau," kata Yuli.

Sementara itu, Store Manager Goldmart MOG, Endriyani Setianingsih mengungkapkan saat ini harga emas Rp 655 ribu per gramnya. Setelah turun cukup drastis.

"Awalnya Rp 680 ribu, kemudian menjadi Rp 635 ribu selama dua minggu terakhir dan sekarang Rp 655 ribu. Bukan tergantung harga dollar, tapi juga bergantung dari tingkat konsumsi masyarakat," papar dia.

Menurut Endriyani, para pelanggan masih setia memburu model perhiasan yang klasik, yakni model solitare. Sebab, bentuknya merupakan rangkaian perhiasan dan harganya jauh lebih terjangkau.

"Model tersebut selalu bertahan di musim apapun. Kalau model lain seperti lotus, hanya laku di musim imlek saja," kata dia. 

Sejauh ini, lanjut dia, perhiasan yang paling banyak diminati oleh pelanggan adalah cincin dan gelang. Perbandingan penjualannya sekitar 80 banding 20.

"Cincin dan gelang adalah perhiasan yang mudah terlihat," urainya.

Untuk emas putih, juga masih menjadi primadona dibanding dengan emas kuning. Sebab ketika digunakan, emas putih terlihat jauh lebih elegan.

"Selain itu juga faktor keamanan. Kalau pakai emas putih, kan tidak terlalu mencolok kalau ada batunya. Kalau emas kuning kan kelihatan sekali," terangnya. 

Emas dengan hiasan batu mulia atau gemstones juga masih cukup dilirik kolektor.

"Berbagai produk yang menggunakan batu mulia, seperti blue sapphire, ruby, emerald, mutiara dan beberapa jenis batu lainnya, seperti smokey juga masih banyak dicari," pungkasnya.