JATIMTIMES - Rasa geli kerap muncul jika seseorang menyentuh area sensitif pada bagian tubuh, bahkan biasanya ada reaksi sampai tertawa. Tapi mengapa jika menggelitik diri sendiri tidak memberikan respon serupa?
Ternyata ada fakta-fakta mengapa diri sendiri tidak memberikan respon jika digelitik. Hal tersebut dibahas langsung dokter umum yang juga aktif sebagai content creator yakni dr. Dion Haryadi di sosial medianya baru-baru ini.
Baca Juga : Rezeki Terus Berdatangan, Ini Amalan Abah Guru Sekumpul di Hari Jumat
“Kenapa ya kita nggak bisa gelitikin diri kita sendiri? Otak itu memiliki kemampuan luar biasa untuk memprediksi apa yang bakal terjadi jadi saat kalian mencoba menggelitik dirimu sendiri,” ucap dokter Dion dikutip Sabtu (25/5/2024).
Ternyata otak sudah mengetahui lebih dahulu gerakan apa yang akan kalian lakukan serta memprediksi sensasi yang akan terjadi. Jadi kalau kalian menggelitik diri sendiri sensasinya bakal kurang intens dibandingkan orang lain.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dua bagian di otak bernama korteks somatosensori dan korteks cingulate anterior. Kedua bagian ini disebut tidak merespons jika menggelitik tubuh sendiri.
Otak lebih fokus pada sentuhan dari luar tubuh, seperti ada semut yang berjalan di kulit. Dengan demikian, reaksi menggelitik diri sendiri merupakan hasil dari permainan rumit antara otak, respons saraf dan bagaimana tubuh mengantisipasi sensasi yang diberikan.
Baca Juga : Cicak di Indonesia Ternyata Masuk Komoditas Ekspor
Namun ada satu kelompok orang yang bisa menggelitik dirinya sendiri, yakni pada pasien yang mengalami skizofrenia dengan delusi kontrol merupakan kondisi psikosis. Kondisi ini orang merasa bahwa tindakan atau pikirannya itu dikendalikan oleh kekuatan luar.
“Jari saat mereka diminta untuk menggelitik diri sendiri mereka merasakan seakan-akan ada orang yang mengangkat tangan mereka dan menggelitiki dirinya,” ujar dokter Dion.
