Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Olahraga

Profil Timnas Guinea, Lawan Indonesia untuk Berebut Tiket ke Olimpiade Paris 2024

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - May - 2024, 07:31

Kolase foto Timnas Indonesia yang akan melawan Timnas Guinea untuk berebut tiket ke Olimpiade Paris 2024. (Foto: Instagram)
Kolase foto Timnas Indonesia yang akan melawan Timnas Guinea untuk berebut tiket ke Olimpiade Paris 2024. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Setelah kalah dari Irak dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 Kamis (2/5) malam dengan skor 1-2, Indonesia akan menghadapi Guinea untuk berebut tiket ke Olimpiade Paris 2024. 

Lantas bagaimana kekuatan Guinea, negara yang harus ditaklukkan timnas Indonesia agar lolos ke Olimpiade?

Baca Juga : Kalah dari Irak, Indonesia Hadapi Guinea pada Playoff Olimpiade Paris 2024

Guinea merupakan salah satu negara di Afrika Barat. Seperti negara Afrika lainnya, Guinea juga memiliki budaya sepak bola yang kental. 

Meski negara kecil yang hanya berpenduduk 14 juta orang, namun kualitas sepak bola Guinea terus mengalami peningkatan. 

Di Piala Afrika U-23, nasib Guinea hampir sama dengan Indonesia di Piala Asia U-23. Baik Guinea maupun Indonesia sama-sama tidak cukup beruntung di laga dalam benua tersebut. 

Selain itu, Guinea juga merupakan debutan di Piala Afrika U-23 2023 lalu, sama dengan Indonesia. Mereka kalah di laga pertama fase grup, kemudian bangkit di laga kedua dan laga ketiga. 

Namun, Guinea kalah saat berada di semifinal melawan Mesir dengan skor 0-1. Kemudian mereka juga kalah dari Mali melalui drama adu penalti dalam duel perebutan juara ketiga Piala Afrika U-23. 

Banyak hal yang harus diwaspadai dari Guinea, yakni komposisi skuad pemain. Sebab mayoritas pemain Guinea bermain di luar negeri atau pemain abroad. 

Kasus demikian sejatinya lumrah terjadi di negara Afrika. Di mana ada banyak pemain Afrika yang berkarier di Eropa, terutama di Prancis. 

Saat ini, ada 20 pemain skuad Guinea U-23 yang berkarir di luar negeri. 16 di antaranya bermain di Eropa, termasuk di Prancis. Oleh karenanya, pemain Guinea diprediksi sudah biasa menghadapi kualitas sepak bola level tinggi. 

Baca Juga : Antusias Nobar Stadion Gajayana Masih Tinggi

Selain itu, total harga pasaran skuad Timnas Guinea U-23 adalah Rp 133 miliar, unggul Rp 50 miliar dari Timnas Indonesia U-23. Tingginya harga pasar skuad Timnas Guinea U-23 itu lantaran hampir seluruh personel mereka bermain di Eropa. Bahkan ada satu pemain mereka yang harga pasarannya menembus Rp 43,45 miliar, yakni gelandang Olympiakos Aguibou Camara.

Selain itu, ada juga bek Boluspor, Naby Oulare, yang harganya mencapai Rp 17,38 miliar. Fakta ini menunjukan Timnas Guinea U-23 bukanlah tim sembarangan. 

Menghadapi Guinea U-23 mungkin akan lebih sulit dibanding melawan Irak U-23 di perebutan juara tiga Piala Asia U-23 2024 kemarin malam. Sehingga Timnas Indonesia U-23 harus memasang kewaspadaan tinggi jika ingin lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Selain biasa dengan permainan sepak bola luar negeri, pemain Afrika juga dikenal memiliki ketangguhan fisik level tinggi. Apalagi pertandingan playoff Olimpiade 2024 bakal dimainkan di Eropa. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk Timnas Indonesia.

Namun ini adalah tiket terakhir lolos Olimpiade 2024. Shin Tae Yong dan Skuad Garuda harus menaklukkan tim kuat. Untuk babak play-off Olimpiade 2024 antara Guinea vs Indonesia bakal digelar Kamis (9/5) di INF Clairefontaine, Prancis. 


Topik

Olahraga Piala AFC Piala Asia Indonesia vs Guinea timnas guinea u 23 Timnas Indonesia Olimpiade Paris


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni