JATIMTIMES - Narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia, tak terkecuali di Kota Batu. Peredarannya yang menyasar semua kalangan harus diberantas bersama-sama. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu mengimbau masyarakat untuk saling mengedukasi bahaya narkoba dari lingkungan terdekat.
Menurut Kepala BNN Kota Batu Wahjudi Santoso, upaya preventif pencegahan peredaran narkoba, hingga pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi terus dilakukan. Tak lain agar masyarakat tidak terkena efek dan menjadi pelaku penyalahgunan narkoba. Serta melakukan pemulihan melalui rehabilitasi untuk mencegah penggunanya kembali kepada adiksi.
Baca Juga : Tak Kenakan Helm Saat Berkendara, Remaja di Kepanjen-Singosari Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas
"Karena untuk narkotika bukan hanya penindakan hukum saja. Itu nanti menjadi yang terakhir. Kita lakukan pencegahan pemberdayaan dan rehabilitasi. Kami harapkan masyarakat memhami dan mengerti bahaya fisik dan psikis, serta bahaya hukum dalam hal ini sanksinya," ujar Wahjudi saat ditemui di Kantornya, Jumat (5/4/2024).
Lemahnya generasi muda dari jerat narkoba membuat peredarannya sulit terkendali. Banyak faktor yang mempengaruhi, kata Wahjudi, salah satunya pergaulan bebas dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung mental pemuda untuk lebih baik.
"Biasanya tergiur menjadi pemakai, setelah itu merasa bangga dan ada gengsi. Berlarut menjadi kecanduan dan terus mengonsumsi," ungkapnya.
Lingkungan terdekat dinilai sebagai benteng terdepan untuk mencegah pergaulan yang mengarah pada narkoba. Mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan hingga pertemanan. "Misal remaja usia sekolah di dalam keluarga menjadi tanggung jawab keluarga, berangkat ke sekolah menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, lalu perjalanan pulang dan lingkungannya semua mempengaruhi," jelasnya.
Sindikat peredaran narkotika berbahaya karena menyasarkan semua umur untuk bisa diperdaya dengan memanfaatkan adiksi penggunaannya untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa sasaran mulanya ditawari solusi instan mengatasi stres dan masalah dengan narkotika. Hak tersebut lah menyebabkan timbulnya ketergantungan.
"Narkoba menyasar semua kalangan. Bahaya laten yang menyebabkan rusaknya generasi dari tua, muda, terkenal dan tidak. Pengedarnya mencari untung. Ini seperti fenomena gunung es terbawah adalah para pelaku penyalahgunaan. Ini terus Kita cegah bersama," tutur dia.
Baca Juga : 9 Rekomendasi Playground Anak di Malang, Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2024
Diketahui ada sebanyak 8 warga Kota Batu yang saat ini menjalani Rehabilitasi narkobanya. Dua orang mengalami tingkatan ringan dan 6 orang tingkat berat yang harus dirawat inap di RSJ Menur Surabaya. Upaya rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai langkah agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam candu narkoba serta dapat kembali beraktivitas positif dan bebas dari adiksi.
Wahjudi menyampaikan, BNN juga meminta agar pihak keluarga dari pasien rehabilitasi dapat menerima kembali dengan baik anggota keluarganya yang sempat terjerat narkoba. Sebab, stigma lingkungan sosial masih sangat kuat dan harus diperangi. Serta penyintas harus mendapatkan perhatian agar ketika terjadi masalah tak kembali mencari jalan pintas adiksi narkoba.
Masyarakat yang ingin keluar dari adiksi barang haram tersebut bisa menghubungi BNN. Pihaknya juga menjamin akan merahasiakan identitas para pecandu dan korban yang melakukan rehabilitasi. "Selain itu BNN juga tetap akan mendampingi pasien hingga benar-benar sembuh. Dimana proses rehabilitasi bisa dilakukan dengan rawat inap atau rawat jalan," tutup Wahjudi.
