Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Diskominfo dan RSUD Dr Soetomo Bahas Pembangunan Big Data Jatim

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

06 - Apr - 2024, 08:33

Kepala Diskominfo Jatim Sherlita (tengah) saat memimpin diskusi dengan RSUD Dr. Soetomo yang membahas big data, di Lt. 2, R. Argopuro, Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Jumat (5/4/2024).
Kepala Diskominfo Jatim Sherlita (tengah) saat memimpin diskusi dengan RSUD Dr. Soetomo yang membahas big data, di Lt. 2, R. Argopuro, Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Jumat (5/4/2024).

JATIMTIMES - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya mulai membahas rencana pembangunan big data di Jatim. Sejumlah data milik RSUD Dr Soetomo bakal diintegrasikan ke dalam big data tersebut.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi pada Jumat (5/4/2024) di Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya. Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin menjelaskan, pihaknya tengah mendesain kembali satu data yang saat ini dikelola. Dikatakannya, untuk menyiasati sifat tertutupnya satu data, Kominfo Jatim juga memiliki open data. 

Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran

“Sehingga harus ada tambahan sinkronisasi manual, dalam integrasi kedua portal ini (satu data dan open data).  Inilah yang kami bangun, supaya bagaimana data itu bisa terintegrasi dan krostabulasi. Dan dari situ ada informasi lebih yang bisa didapatkan,” jelas Sherlita.

Lebih lanjut, Sherlita menyebut bahwa beberapa waktu lalu Diskominfo Jatim telah melaksanakan kuisioner terkait satu data di Jatim. Dari kuisioner tersebut, akan dilakukan tindak lanjut berupa deep interview terhadap beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

 “Saya berharap, deep interview nanti salah satunya dilakukan dengan RSUD Dr Soetomo. Karena ada paparan lain, yang menjelaskan kenapa Dr Soetomo menjadi salah satu bagian penting yang harus selesai perbaikan dan penataan datanya sebelum Oktober,” urainya. 

Sherlita memaparkan, Diskominfo Jatim sedang melakukan pemetaan terhadap 413 apllikasi yang akan dimasukkan dalam portal layanan digital pemerintah. Disebutkannya, ada lima aplikasi yang akan ditarik lebih awal kepada salah satu layanan digital pemerintah. “Dan salah satu dari lima aplikasi yang ditarik tersebut adalah milik RSUD Dr Soetomo,” sebut Sherlita. 

Sementera itu, konsultan IT RSUD Dr Soetomo Prof Sudarko, menyampaikan, bahwa diskusi dengan Diskominfo Jatim ini dilakukan juga karena RSUD Dr Soetomo akan membangun big data untuk internal rumah sakit.

“Jadi kami ingin bertukar pikiran dengan tim Diskominfo Jatim bagaimana model big data yang sedang atau dibangun oleh Diskominfo Jatim. Tujuannya supaya kita bisa sharing knowledge, karena di RSUD Dr Soetomo itu datanya besar sekali, dan akan tumbuh dengan cepat. Datanya itu data mentah yang memang sangat banyak,” ujar Prof Darko, sapaan akrabnya.

Baca Juga : Ini 5 Artis Hollywood yang Tertarik Belajar Islam dan Al-Quran, Terbaru Ada Will Smith

Akademisi Unej ini menjelaskan, perlunya pembangunan big data RSUD Dr Soetomo adalah karena selama ini data-data yang dimiliki belum tertata dan jumlahnya sangat banyak.

"Apalagi nanti data terkait rekam medis dalam bentuk seperti X-ray, per pasien. Sehingga, memang perlu fasilitas big data untuk menunjang, mulai dari operasional sampai nanti pengembangan ke depannya,” urainya. 

Ia menilai, selama ini data-data yang ada di RSUD Dr Soetomo belum tertata, namun sistemnya sudah jalan mandiri, bahkan juga ada sistem yang masih pakai vendor. Dengan big data ini, pihaknya ingin data-data yang dari sistem itu, dikumpulkan menjadi satu. Dengan demikian, sistem tetap jalan berjalan, namun data itu bisa dikumpulkan jangan sampai ada yang lepas dan terpencar. 

“Nah ini kalau ada yang butuh, kita nanti tinggal ngambilnya dari big data. Kita tidak perlu lagi menanyakan ke unit A, unit B,atau vendor. Dengan begitu bisa nanti langung dari Big data, sehingga kita tidak mencari-cari, data itu sudah ada tinggal kita kumpulkan saja. Targetnya, kita ingin agar selain terkumpul dengan yang besar, nanti datanya mudah diakses dengan cepat,” sambung Prof Darko.


Topik

Pemerintahan diskominfo jatim big data jatim pemprov jatim


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana