JATIMTIMES - Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyebut, seluruh personel kepolisian Polres Malang bakal dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2024. Selain itu, Pos Polisi Bergerak juga bakal disiagakan guna memonitor arus lalu lintas selama Mudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah di 2024.
"Seluruh personel Polres Malang sejumlah lebih dari 1.100 melaksanakan siaga. Kita secara bergiliran stand by," ungkap Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat memberikan pernyataan usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024, pada Rabu (3/4/2024).
Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
Tidak hanya ribuan personel dari Polres Malang, sejumlah personel gabungan juga dilibatkan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024. Diantaranya dari unsur TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, hingga Senkom.
"Nantinya kita sebar untuk bisa bergantian stand by di beberapa titik. Diantaranya di pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos bergerak yang sudah kita siapkan," ungkap Kholis.
Dalam mekanismenya, dijelaskan Kholis, unsur Polri yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2024 tersebut akan disiagakan secara bergantian. "Total yang nanti stand by di pos mencapai sekitar 500-an personel," imbuhnya.
Kholis menuturkan, sedikitnya ada 10 pos yang disiagakan selama Operasi Ketupat Semeru 2024. Rinciannya, ada satu Pos Pelayanan , enam Pos Pengamanan, dan tiga Pos Pantau.
"Kemudian ada satu lagi, Pos Polisi Bergerak yang memang kita uji coba tahun ini (2024)," imbuh Perwira Polri dengan pangkat dua melati ini.
Baca Juga : 5 Cara Menghancurkan Lemak Membandel di Perut dari Ahli Diet
Dalam penerapannya, Pos Polisi Bergerak tersebut nantinya akan menyasar ke sejumlah titik akses lalu lintas. Tujuannya guna memonitor kepadatan kendaraan selama arus mudik lebaran 2024.
"Tujuannya untuk memonitor seluruh dinamika arus lalu lintas di Kabupaten Malang secara real time. Sehingga diharapkan bisa lebih cepat termonitor untuk dilakukan tindakan sebagai langkah penanganan yang bisa lebih awal dan lebih baik," pungkas Kholis.
