JATIMTIMES - Hajat atau harapan seorang hamba tentunya harus juga dibarengi dengan doa. Allah SWT dan para Rasul-Nya telah mengajarkan bagaimana doa-doa yang dapat diamalkan agar hajatnya di ijabah Allah SWT.
Salah satunya adalah melalui shalat Tahajud dan doa sesudah shalat Tahajud. Doa sesudah shalat Tahajud telah banyak dijelaskan dalam hadits dan ayat Al-Qur'an.
Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar
Dari sebuah buku berjudul Doa-doa Mustajab oleh Abu Qalbina, adapun doa sesudah sholat Tahajud yang dapat dibaca sebagai berikut.
"Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa'dukal haqq. Wa liqa uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naru haqq. Wan nabiyyuna haqq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haqq. Was sa'atu haqq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa 'alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, doa tersebut memiliki arti, "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."
Kemudian, memperbanyak dzikir, dimana memperbanyak istighfar dan memohon ampunan, jua dapat menjadi hal yang akan semakin membuat Allah SWT mengabulkan hajat seseorang. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam buku 10 Kesaksian Pengamal Tahajud oleh Hendri Kusuma Wahyudi.
Doa yang dibaca usai shalat Tahajud merupakan waktu yang tepat. Meskipun sejatinya doa dibaca tidak mengenal waktu,
namun umat Islam perlu memperhatikan waktu-waktu yang mustajab, sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.
Hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, "Dua doa yang tidak akan tertolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah SWT yaitu antara azan dan ikamah serta berdoa ketika turun hujan".
Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto
Diwaktu mustajab ini, maka umat Muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Tahajud. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad.
"Kerjakanlah sholat malam, karena sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penembus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindari penyakit pada badan."
Untuk dipahami lagi, bahwa Shalat Tahajud merupakan shalat yang dilakukan ketika bangun di waktu malam hari. Dalam sebuah buku berjudul Terapi Shalat Sempurna oleh
Ustaz Ahmad Baei Jaafar, bahwa Tahajud berarti 'bangun malam'.
Allah SWT pun telah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Isra ayat 79, "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
