Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Uji KIR dan Izin Trayek Angkot Gratis, Dishub Kota Malang Ajak Pengemudi Perbaiki Layanan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Apr - 2024, 18:06

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra saat memberikan sosialisasi ke pengemudi angkot.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra saat memberikan sosialisasi ke pengemudi angkot.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengajak para pengemudi angkutan kota (angkot) untuk dapat memperbaiki layanan. Hal tersebut menyusul digratiskannya biaya uji KIR dan biaya izin trayek. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra saat melakukan sosialisasi di hadapan puluhan pengemudi angkot, Selasa (2/4/2024) di Terminal Arjosari Malang. Dalam hal ini, menurutnya harus ada support semua pihak. 

Baca Juga : Libur Panjang Lebaran, Ini Kesiapan DLH Kota Malang

"Kami sanpaikan jangan melihat orang lain, jangan merasa kalah dengan online. Tapi bagaimana caranya ayo kita sebagai pribadi, sebagai korporasi, memperbaiki diri. Caranya memberikan layanan dengan baik," ujar pria yang akrab disapa Jaya ini. 

Jaya mengatakan, hal itu dapat dimulai dengan memastikan kendaraan yang digunakan untuk beroperasi aman dan nyaman. Salah satunya dengan melengkapi surat dan perizinan. Tentunya, dengan memanfaatkan peraturan baru yang menggratiskan uji KIR dan izin trayek. 

"Kendaraannya diperbaiki, surat-suratnya dilengkapi. Kendaraannya gimana konsepnya yang baik," imbuh Jaya. 

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra saat berdialog dengan pengemudi angkot.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Tentu dalam hal ini menurutnya memang membutuhkan proses yang cukup panjang. Namun dirinya meyakini bahwa di Kota Malang proses tersebut tidak akan berlangsung lama. 

Selain itu, ajakan untuk memperbaiki layanan tersebut juga hasil dari studi yang dilakukan di beberapa daerah lain soal angkutan umum. Untuk membangun sebuah layanan tentang angkot yang baik, ada yang membutuhkan waktu hingga 2 tahun. 

"Kalau mengacu pada Solo, Palembang, butuh waktu dua tahun untuk diskusi begini. Mudah-mudahan di Kota Malang gak perlu dua tahun. Setahun aja udah cukup untuk menuju mewujudkan angkutan publik yang baik," jelas Jaya. 

Baca Juga : Pengguna Jaringan Internet saat Lebaran Diprediksi Naik, Dua Provider Siap Tingkatkan Layanan

Sebab saat ini, pihaknya masih menemukan sejumlah angkot yang kurang tertib. Baik secara administrasi perijinan maupun saat beroperasi di jalan. Salah satunya seperti berhenti di sembarang tempat untuk menunggu penumpang. 

Di sisi lain, dari Data Dishub Kota Malang didapati bahwa tak lebih dari 50 persen kendaraan angkot yang tertib administrasi. Dari total sebanyak 1.066 kendaraan angkot yang beroperasi, hanya sekitar 400 unit yang tertib soal perizinannya. 

"Konsekuensi kendaraan angkutan orang dan barang, harus memiliki uji KIR bahwa kendaraan dia laik untuk angkut orang atau barang. Kemudahan itu harus dimanfaatkan. Sambil berjalan kita diskusi untuk mewujudkan itu tadi. KIR sama izin trayek gratis," pungkas Jaya. 


Topik

Pemerintahan Dishub Kota Malang angkot kota malang angkutan umum Uji KIR


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri