Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi Puskesmas Bumiaji Sebut Dakwaan Jaksa 'Kabur'

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

02 - Apr - 2024, 13:47

Sidang Pembacaan Eksepsi Dugaan Tipikor Puskesmas Bumiaji di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (2/4/2024). (Foto: Istimewa)
Sidang Pembacaan Eksepsi Dugaan Tipikor Puskesmas Bumiaji di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (2/4/2024). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Dua orang terdakwa korupsi Puskesmas Bumiaji menjalani sidang pembacaan eksepsi pada Selasa (2/4/2024). Melalui Kuasa Hukum, dakwaan jaksa yang disampaikan dianggap 'kabur' dan kedua kuasa hukum sepakat menolak.

"Dakwaan JPU harus dibatalkan karena telah memadukan delik dakwaan primer dan subsidair," kata Kayat H selaku kuasa Hukum terdakwa Diah Aryanti dalam sidang yang dilangsungkan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Terlibat Kasus Uang Palsu, Polisi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi

Menurutnya, sesuai Pasal 143 KUHAP dakwaan terhadap Diah Aryanti selaku konsultan pengawas harus dibatalkan atau batal demi hukum. Hal senada disampaikan Ari Hariadi kuasa hukum terdakwa Angga Dwi Prastya yang merupakan direktur CV kontraktor pelaksana. Dikatakan bahwa dengan memadukan delik dakwaan primer dan subsidair berarti dakwaan JPU dikategorikan obscuur libel.

Untuk diketahui, Gugatan Kabur (obscuur libel) adalah di dalam gugatannya terdapat unsur-unsur ketidakjelasan, kabur, sehingga gugatannya tidak dapat diterima atau bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. 

"Kedua tim kuasa hukum bisa sepakat bahwa dakwaan JPU terhadap kedua klien kami adalah obscuure libel atau kabur karena telah mempadukan delik dakwaan primer dan subsidair," ucap Ari Hariadi.

Sementara itu, kerugian negara yang dituduhkan dalam dakwaan dinilai masih sumir (singkat, pendek, ringkas, atau ikhtisar) karena yang menyatakan bukan BPK RI sebagai lembaga resmi. Akan tetapi adanya peran ahli konstruksi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Malang.

"Aneh kalau dakwaan kerugian negara terdakwa DA atau ADP sama-sama senilai Rp. 197 juta yang men-declare bukan BPK. Tapi didasarkan atas hasil audit katanya ahli dari PT swasta di Malang," timpa Kriswanto salah satu tim kuasa hukum Diah Aryanti.

Ia juga menganggap janggal dakwaan tersebut aneh karena Diah didakwa setelah menerima SPK No.: 760/SPK-PPK/R-BUMIAJI/422.107/2021 tanggal 13 Agustus 2021, dengan 2 pekerjaan yang berbeda yaitu Pembangunan Gedung Puskesmas Bumiaji dan Pembangunan Gudang Obat Puskesmas Batu.

Baca Juga : Dua Hari Tak Ada Kabar, Dokter Hewan di Kota Batu Dilaporkan Hilang

"Eksepsi kita yang lain, adalah ketidakcermatan jaksa dalam membuat dakwaan karena faktanya ada 1 SPK yang dibuat pada tanggal dan nomor SPK yang sama tapi lokasinya berbeda. Pengawasan di Puskesmas Batu dan di Puskesmas Bumiaji," ungkapnya.

Sebelumnya, Perkara Korupsi Proyek Puskesmas Bumiaji menyeret empat nama tersangka. Dua di antaranya adalah Angga Dwi Prastya selaku Direktur CV Punakawan dan Diah Aryati Direktur CV DAP yang ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Oktober 2023. Lalu pada 9 Januari 2024, Kejari menetapkan dua tersangka baru yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari dan Abdul Khanif yang bertugas dokumen paket tender kepada pihak swasta.

Kepala Dinkes Kota Batu Kartika Trisulandari diketahui berperan sebagai pengguna anggaran (PA) pada 2021 sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji. 

Sementara itu, Abdul Khanif selaku pihak swasta yang bekerja sama dengan tersangka Angga Dwi Prastya dalam pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji yang tidak sesuai dengan kontrak. Tersangka lain Angga Dwi Prastya selaku Direktur CV Punakawan sebagai pelaksana pekerjaan dan Diah Aryati Direktur CV DAP selaku konsultan pengawas.


Topik

Hukum dan Kriminalitas korupsi puskesmas puskesmas bumiaji


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana