Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-118 Kota Blitar: Wali Kota Santoso Pimpin Upacara di Alun-Alun, Usung Semangat 'Keren Kuthane Mulya Wargane’

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

01 - Apr - 2024, 11:12

Flashmob Blitar Kawentar menutup rangkaian upacara peringatan Hari Jadi Kota Blitar ke-118.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Flashmob Blitar Kawentar menutup rangkaian upacara peringatan Hari Jadi Kota Blitar ke-118.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar menggelar upacara  peringatan Hari Jadi ke-118 Kota Blitar di Alun-Alun Kota Blitar pada Senin (1/4/2024). Dalam suasana yang penuh semangat dan kebanggaan, Wali Kota Blitar, Santoso, memimpin upacara yang dihadiri oleh Bupati Blitar Rini Syarifah, Wakil Wali Kota, Sekda, Pimpinan DPRD, Forkopimda, bupati dan wali kota dari beberapa daerah, kepala bakorwil Malang, kepala OPD terkait, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Blitar dan TNI/Polri. Mengusung tema “Keren Kuthane, Mulya Wargane”, upacara ini menjadi momen penting untuk merenungkan perjalanan Kota Blitar sepanjang 118 tahun terakhir.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wali Kota Blitar, Santoso, mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama memanjatkan puji dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan. Dengan suara yang merdu dan penuh kehangatan, Santoso menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang kokoh dengan Sang Pencipta dalam setiap langkah pembangunan dan kemajuan yang dijalani oleh Kota Blitar.

Baca Juga : Siswa Jatim Terbanyak Lolos SNBP, DPRD: Ada Peran Penting Guru dan Orang Tua

"Mari kita bersama-sama mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan perlindungan kepada kita semua, sehingga Kota Blitar dapat terus berkembang dan memperlihatkan prestasi yang gemilang," ujarnya dengan penuh keyakinan. Sambutan tersebut menjadi momen yang menggetarkan hati seluruh peserta upacara, memantik semangat dan tekad untuk terus berjuang demi kemajuan Kota Blitar yang lebih baik.

Sebagai informasi, 1 April setiap tahunnya menjadi momen bersejarah bagi Kota Blitar karena pada hari itu diperingati terbentuknya Gemente Blitar 118 tahun yang lalu. Peringatan Hari Jadi Kota Blitar adalah ungkapan rasa syukur atas berkat dan rahmat Allah SWT terhadap perjalanan sejarah Kota Blitar yang penuh dinamika hingga mencapai kemajuan seperti yang dirasakan saat ini.

Dalam amanatnya Santoso menyampaikan, di usia yang terus bertambah, Kota Blitar mengalami kemajuan signifikan dalam berbagai bidang, baik fisik maupun non-fisik. Peningkatan indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran yang menurun menjadi bukti nyata kemajuan yang telah dicapai. Selain itu, sarana prasarana pelayanan publik, infrastruktur, dan ruang terbuka hijau juga terus berkembang dengan baik.

“Pemerintah daerah akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selalu mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan seluruh warga Kota Blitar,” tegas Santoso.

Top of Form

 

Di bidang politik dan keamanan, Pemilu serentak di Kota Blitar berjalan dengan aman dan damai, dengan partisipasi politik yang tinggi. Di tengah masyarakat yang majemuk, Kota Blitar berada dalam kondisi yang aman, damai, dan kondusif. Di usia ke-118 tahun, Kota Blitar juga terus berkembang menjadi kota sehat dalam level tertinggi, kota layak anak, kota cerdas, kota Adipura yang bersih dan hijau, serta kota peduli HAM.

“Menjaga kesehatan masyarakat, pendidikan yang berkualitas, serta perlindungan lingkungan hidup dan hak asasi manusia (HAM) telah menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam membangun Kota Blitar yang lebih baik dan berdaya saing,” lanjut orang nomor satu di Kota Blitar.

Sejak Santoso dan wakilnya Tjutjuk Sunario dilantik menjadi kepala daerah pada 27 Februari 2021, Kota Blitar telah meraih 131 penghargaan baik di tingkat regional maupun nasional. Hal ini menunjukkan sinergitas dan dedikasi dari semua pihak serta menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Blitar telah berada di jalur yang tepat.

Dengan berbagai capaian positif dan penghargaan yang telah diraih, peringatan Hari Jadi ke-118 Kota Blitar mengusung tema "Keren Kuthone, Mulya Wargane", yang artinya Kota Blitar keren kotanya, sejahtera warganya. Capaian positif dan prestasi harus terus dilanjutkan agar Kota Blitar dapat mewujudkan visinya sebagai kota yang keren, unggul, makmur, dan bermartabat.

Program-program Blitar Keren yang berdampak pada masyarakat seperti Program RT Keren, RASTRADA, Ransum Peduli Lansia, Internet Gratis, Blitar In Hand, Sekolah Perempuan, Pendidikan Gratis dengan Sekolah Religius Nasionalis dan Berbudaya, Layanan Kesehatan Gratis yang mencakup semua, peningkatan kualitas kehidupan beragama, serta program pembangunan daerah lainnya harus terus dilanjutkan.

Event-event daerah yang menjadikan Kota Blitar semakin keren seperti Ben Carnival, Peringatan Bulan Bung Karno, Bazaar Blitar Djadoel, Soekarno Coffee Festival, dan lain sebagainya juga harus dilanjutkan sebagai upaya menggerakkan ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan. Semua ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemerintah Kota Blitar untuk terus membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Melalui visi dan misi Blitar Keren, saya optimis Kota Blitar akan terus berkembang menjadi kota yang keren, unggul, dan berdaya saing, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya,” tandas Santoso.

 

Dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-118 Kota Blitar yang digelar dengan megah di Alun-Alun, Wali Kota Blitar, Santoso, turut menyemarakkan acara dengan berbagai kegiatan penting. Di antaranya, Santoso menyerahkan penghargaan kepada OPD dengan kinerja terbaik, serta menyerahkan bingkisan hari raya Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian kepada ASN. Tidak hanya itu, dalam momen yang bersejarah ini, Wali Kota juga meluncurkan udeng joko pangon sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat identitas tradisional khas Kota Blitar.

Sebagai sorotan utama dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-118 Kota Blitar kali ini, Wali Kota Blitar, Santoso, dengan penuh semangat meresmikan Puskesmas Sukorejo. Puskesmas Sukorejo dianggap sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat Kota Blitar. Dengan bangunan yang baru dan representatif, Puskesmas ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan dalam bidang kesehatan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga Kota Blitar.

Baca Juga : Bupati Sanusi Minta GP Ansor Kabupaten Malang Menjadi Wadah Perjuangan untuk Tegakkan NKRI

"Pada momen yang bersejarah ini, kita dengan bangga meresmikan Puskesmas Sukorejo sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang profesional, Puskesmas ini diharapkan dapat memberikan layanan yang prima dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Blitar,” tegas Santoso.

Peresmian Puskesmas Sukorejo menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan di Kota Blitar. Ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat sebagai bagian integral dari pembangunan Kota Blitar yang lebih baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam rangka memperkuat upaya pelestarian budaya dan identitas lokal Kota Blitar, Wali Kota Blitar, Santoso, dengan penuh kebanggaan meluncurkan udeng Joko Pangon. Udeng Joko Pangon bukan hanya menjadi sekadar aksesori fashion, tetapi juga sebuah simbol yang mengandung makna mendalam dalam sejarah dan kebudayaan Kota Blitar.

Dalam penjelasannya, Wali Kota Santoso menyoroti keterkaitan udeng Joko Pangon dengan tokoh legenda yang memiliki peran signifikan dalam sejarah Kota Blitar, yakni Joko Pangon. Legenda Joko Pangon memiliki keterkaitan erat dengan Candi Gedog, sebuah situs bersejarah yang terletak di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Candi Gedog sendiri menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang Kota Blitar sejak masa lampau hingga saat ini.

"Udeng Joko Pangon hadir sebagai bagian penting dalam upaya kita untuk mempertahankan dan mewarisi warisan budaya yang kaya dari para leluhur kita. Melalui peluncuran udeng ini, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Joko Pangon, serta memperkuat rasa bangga dan identitas masyarakat Kota Blitar akan warisan budaya yang dimiliki,” lanjut Santoso.

Dengan peluncuran udeng Joko Pangon ini, diharapkan akan semakin memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Kota Blitar. Udeng Joko Pangon menjadi simbol yang mempersatukan masyarakat dalam kebanggaan akan warisan budaya yang dimiliki, sekaligus mempererat ikatan emosional antara generasi muda dengan akar budaya leluhur mereka.

“Udeng Joko Pangon ini dirancang dengan desain yang lebih praktis dan mudah dipakai, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik saat digunakan bersama dengan pakaian puspada hana maupun seragam pakaian lainnya. Melalui peluncuran ini, kami berharap dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjaga dan menghargai warisan budaya yang dimiliki oleh Kota Blitar,” terang orang nomor satu di Kota Blitar.

Tak hanya itu, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Wali Kota Blitar juga mengumumkan berbagai program, seperti pembukaan Gerakan Pangan Murah, bazaar Ramadhan, dan gerakan ASN berbelanja di pasar tradisional. Semua kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga eksistensi pasar tradisional, melindungi UMKM, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, sesuai dengan amanat RPJMD Kota Blitar.

 

Dalam penutupan upacara yang penuh semangat, seluruh peserta terlibat dalam sebuah flashmob Blitar Kawentar yang menggembirakan. Wali Kota Blitar Santoso, turut serta dalam flashmob ini bersama dengan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario, Sekda Priyo Suhartono dan pimpinan DPRD Kota Blitar. Mereka menunjukkan semangat dan kebersamaan dengan bergabung dalam gerakan menyenangkan ini, yang menjadi bukti nyata dari solidaritas dan kekompakan dalam memperingati Hari Jadi Kota Blitar.

Flashmob ini diiringi oleh lagu "Blitar Kawentar", sebuah lagu yang telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi warga Kota Blitar. Sambil melangkah dengan lincah dan penuh kegembiraan, peserta flashmob menampilkan gerakan-gerakan yang enerjik, menciptakan suasana riang dan meriah di alun-alun Kota Blitar.

Partisipasi aktif dari Wali Kota, Wakil Wali Kota,  Sekda dan pimpinan DPRD Kota Blitar dalam flashmob ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya kesatuan dan kebersamaan dalam membangun Kota Blitar. Selain itu, tingginya antusiasme dari seluruh peserta flashmob juga menunjukkan rasa bangga dan cinta mereka terhadap Kota Blitar, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan kebanggaan mereka. Flashmob "Blitar Kawentar" menjadi momen yang tak terlupakan, memperkuat ikatan emosional antara masyarakat dan kota mereka, serta mengukuhkan semangat untuk terus menjaga dan memajukan Kota Blitar ke arah yang lebih baik di masa depan.

Flashmob ini bukan hanya sekadar acara penutup yang menyenangkan, tetapi juga merupakan media promosi yang efektif bagi Kota Blitar. Melalui video yang diambil dari flashmob ini, pemerintah daerah berencana untuk mengunggahnya di akun media sosial resmi, seperti Instagram, Facebook, dan YouTube, sebagai bagian dari upaya promosi destinasi wisata dan kegiatan budaya di Kota Blitar.

Dengan mengunggah video flashmob tersebut, pemerintah daerah dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk masyarakat lokal, wisatawan potensial, dan juga para pemangku kepentingan lainnya. Video ini tidak hanya akan menghibur, tetapi juga akan memperkuat citra Kota Blitar sebagai kota yang kaya akan kebudayaan, semangat kebersamaan, dan kebanggaan akan warisan budaya dan sejarahnya. Serta menjadi sarana promosi, dan juga menjadi cara yang efektif untuk membangun kesadaran dan rasa bangga terhadap identitas dan sejarah Kota Blitar.


Topik

Pemerintahan Kota Blitar Huta Blitar Huta kota Blitar santoso


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya