Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Terganggu dengan Suara Remaja Saat Tadarus di Masjid, Emak-emak Ngamuk Hingga Banting Alquran

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Mar - 2024, 22:08

Placeholder
Emak-emak yang mengamuk saat mendengar orang tadarus di Aceh. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang emak-emak yang mengamuk di masjid. Wanita berkerudung itu mencak-mencak lantaran merasa terganggu beberapa remaja yang sedang mengaji di sebuah Masjid di Aceh.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Selasa, (26/3/2024) di Kampung baru Subussalam, Aceh.

Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029

Video emak-emak mengamuk itu dibagikan akun Instagram @terang_media. Dalam video itu, terlihat emak-emak itu mengamuk sambil membanting Alquran yang sedang dibaca salah seorang remaja. Wanita itu juga melontarkan makian dalam bahasa Aceh kepada remaja yang bertadarus itu.

Tidak berhenti di situ, emak-emak itu juga terlihat menarik alat pengeras suara atau amplifier dari atas dan menjatuhkannya. Para remaja itu tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa beristighfar.

“Menurut warga, remaja yang tadarus tersebut sudah pakai speaker ruangan dan tidak membunyikan speaker utama/atas," tulis keterangan video.

Video itu pun lantas menuai sorotan warganet. Tak sedikit yang mengaku bingung dengan sikap emak-emak tersebut.

“hanya syetan dan iblis yang terganggu mendengar ayat suci Al Qur’an,” tulis komen @iwi***.

“Klo sampe banting alquran mh ga punya adab namanya,” sambung akun @andi**.

“astagfirulllah perlu di ruqiyah,” kelakar akun @bil***.

Terpisah, beredar video klarifikasi dari ibu tersebut yang ditemani oleh bidan desa.

Menurut bidan desa kampung baru, Riri Indriani, ibu yang bernama Kira Berutu itu mengalami gangguan psikis selama 2 tahun.

"Sedikit saya klarifikasi atas video viral oleh masyarakat saya Ibu Kira Berutu, bahwasanya Ibu Kira Berutu lagi dalam tahap proses pengobatan dan pantauan saya," ucap Riri.

Riri yang mewakili keluarga ibu viral tersebut, meminta maaf atas apa yang telah terjadi.

"Didampingi keluarga dan bidan desa setempat mengucapkan permintaan maaf atas kejadian tersebut seperti dalam rekaman video, dan dengan kerendahan hati dan ketulusan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kita semua yang sudah menonton video tersebut," sambungnya.

Hukum Bagi Orang yang Menghina Al-Qur’an

Melihat begitu pentingnya Al-Qur’an, maka tidak heran bahwa setiap umat Islam wajib memuliakan dan mengimaninya. Bahkan, beriman pada Al-Qur’an merupakan salah satu rukun iman umat Islam, dimana jika kita meninggalkannya maka tidak sempurna pula keislaman kita.

Menurut kesepakatan para ulama, siapa pun yang menghina Al-Qur’an, terlebih menghina atau mengatakan bahwa isi Al-Qur’an terdapat kebohongan, maka orang tersebut bukan Islam atau telah keluar dari Islam.

Baca Juga : Sejarah I’tikaf, Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Dalam ‘At Tibyan fi Adaabi Hamaalatil Qurán’, Imam an Nawawi menyatakan bahwa:
“Para ulama telah bersepakat akan wajibnya menjaga Mushaf Al-Qur’an dan memuliakannya.”

Para ulama mazhab Syafií juga berkata dalam kitab Asna’ al Mathalib, “Jika ada seorang muslim melemparkan Al-Qur’an ke tempat kotor, maka dihukumi kafir.” Lebih jauh lagi, mereka juga berkata, “Haram hukumnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bantal”.

Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ sebagai rahmatan lil aalamiin. Menghina Al-Qur’an merupakan sebuah perbuatan dosa besar. Dalam surat At Taubah ayat 65 hingga 66,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

“Jika kamu bertanya kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, ‘Sungguh, kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Mengapa kepada Allah, ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kalian selalu menistakan?” (QS. At Taubah 65)

ا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

“Kalian tidak perlu meminta maaf karena kalian telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa’” (QS. At Taubah 66)

Dari ayat di atas, terdapat beberapa tafsir atau kesimpulan yang diungkapkan oleh para ulama. Seperti Imam Ibn Qudamah al Maqdisi berkata,
“Siapa saja mencaci Allah SWT telah kafir, sama saja dilakukan dengan bercanda atau serius. Begitu juga orang yan mengejek Allah, ayat-ayat-Nya, para Rasul-Nya atau kitab-kitab-Nya”.

Al Hafizh Abu Zakariya Yahya bin Syarf al Nawawi juga berkata dengan tegas bahwa, “Ragam perbuatan yang menjatuhkan seseorang pada kekafiran adalah yang muncul dengan sengaja dan menghina agama Islam secara terang-terangan”.

Selain itu, masih berkaitan dengan ayat di Surat at Taubah di atas, al Qadhi Iyadh menegaskan, “Ketahuilah, siapa saja yang meremehkan Al-Qur’an, mushafnya atau bagian dari Al-Qur’an, atau mencaci-maki Al-Qur’an dan mushafnya, maka ia kafir (murtad) menurut ahli ilmu dengan konsensusnya”.


Topik

Peristiwa Video Viral al quran tadarus tadarus al quran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni