Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kronologi Santri di Kediri Dianiaya 4 Seniornya hingga Tewas 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

27 - Feb - 2024, 07:50

Ilustrasi kekerasan di pondok pesantren. (Foto: https://baitulabidindarussalam.ponpes.id/)
Ilustrasi kekerasan di pondok pesantren. (Foto: https://baitulabidindarussalam.ponpes.id/)

JATIMTIMES - Seorang santri pondok pesantren di Kabupaten Kediri bernama Bintang Bilqis Maulana tewas dengan tubuh penuh luka. Korban yang masih berusia 14 tahun diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh empat seniornya di dalam pondok.

Melansir dari berbagai sumber, awalnya Bintang yang merupakan warga Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, itu mengirimkan pesan terakhir ke ibu kandungnya, Suyanti (38). Dia meminta agar segera dijemput karena takut. 

Pesan terakhir dari Bintang:

Cepat ma sini

Aku takut

Maaa tolong

Sini cepat jemput

Pesan tersebut dikirimkan serentak pukul 16.28 WIB, Senin (19/2/2024). Lima hari kemudian, Sabtu dini hari (24/2/2024), jenazahnya dipulangkan oleh pesantren.

Usai mengirimkam pesan, pada hari kejadian Rabu (21/2/2024), Bintang sedang berada di pesantren di Dusun Mayang, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri Jawa Timur didatangai 2 orang pelaku.

Baca Juga : Bintara Layangkan Somasi Terakhir ke ATR/BPN Tulungagung

Kedua tersangka, meminta klarifikasi terhadap Bintang yang merupakan pelajar Mts Sunan Kalijogo tersebut terkait keluhan korban pada orang tuanya tentang kondisi pesantren. “Korban selalu mengeluh sama orang tuanya tidak kerasan di pondok dan minta dijemput untuk pulang,” ujar seorang sumber, dilansir Viva, Selasa (27/2/2024). 

Diduga karena kesal dengan jawaban korban, kedua pelaku akhirnya menganiaya korban tanpa bisa melakukan perlawanan. “Beberapa saat kemudian, dua pelaku lain datang dan ikut menganiaya korban. Jadi total ada 4 orang yang melakukan kekerasan,” tutur sumber tersebut.

Lantas aksi kekerasan oleh 4 orang tersangka tersebut terhenti usai diselamatkan oleh santri. Di pondok, Bintang sempat mendapatkan perawatan medis. “Akibat luka-lukanya itu, korban sempat menjalani perawatan di pondok,” kata sumber dari kepolisian. 

Karena kondisi korban tak banyak perubahan, akhirnya dirujuk ke RS Arga Husada Ngadiluweh. Jumat, 23 Februari 2024. “Namun karena kondisi korban sudah melemah, nyawanya sudah tidak dapat tertolong saat mendapat perawatan medis,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya.

Baca Juga : Kapolres Malang Berikan Santunan hingga Fasilitasi Pembuatan SIM Keluarga Almarhumah Anggota KPPS

Usai dinyatakan meninggal dunia, jasad Bintang dibawa kembali ke pondok untuk dilakukan perawatan jenazah. Usai disucikan dan dikafani, jasad kemudian diantarkan ke rumah duka ke Banyuwangi oleh 4 perwakilan pondok. 

Jenazah Bintang tiba di rumah duka di Desa Kedunglembu, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, (24/2/2024). 

Ibu korban sebelumnya mendapat kabar via telepon dari pihak pondok bahwa putranya meninggal dunia karena jatuh terpeleset di kamar mandi. Setiba di rumah duka, ibu korban sempat mengaku dihalangi oleh pihak pondok untuk membuka kain kafan, lantaran sudah dalam kondisi disucikan.  

“Kok ada darah? Saya meminta kain kafan dibuka namun sempat dilarang oleh perwakilan ponpes dengan alasan sudah disucikan,” keluh Suyanti, ibu kandung korban.

Saat dibuka, Suyanti terkejut melihat jenazah putranya yang mengalami luka lebam, bekas sundutan rokok, jeratan di leher serta patah hidung pada jasad korban. “Ini tidak mungkin hanya karena jatuh di kamar mandi. Kami akhirnya memutuskan untuk lapor Polisi,” kata Suyanti. 

Polres Banyuwangi dan Polres Kediri pun menyelidiki kasus ini. Hingga berbuntut penetapan 4 orang santri yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan dan penganiayaan pada Bintang Bilqis Maulana.

Dalam beberapa rumor yang beredar di X, di duga salah satu tersangka santri adalah keluarga korban. "Rumit banget kasus kediri, semoga keluarga korban istiqomah lanjut proses hukum dengan masifnya desakan keluarga pelaku untuk damai. Doakan tuips, kasus rumit ini," tulis Jonathan Latumahina, ayah David Ozora, korban penganiayaan anak mantan pejabat pajak. 

"Salah satu pelaku adalah sodara korban, pelaku dan korban dibesarkan dan dipondokkan oleh orang yang sama. Apapun itu, bagaimanapun itu keadilan bagi korban harus ditegakkan. Itu yang paling utama dan prioritas, bukan yang lain," tandas Jonathan, melalui akun X pribadinya. 


Topik

Peristiwa santri dianiaya ponpes makan korban kabupaten kediri banyuwangi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya