Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Kepala BPKAD Banyuwangi Minta SKPD Proaktif Urus Kendaraan Operasional

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Dede Nana

12 - Feb - 2024, 18:57

Mobil operasional Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi dalam kondisi rusak (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)
Mobil operasional Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi dalam kondisi rusak (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Kendaraan operasional yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebetulnya menjadi tanggungjawab SKPD yang bersangkutan, baik untuk perawatan maupun pajak kendaraannya.

Menurut Kepala Badan Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, dalam sistem pengalokasian anggaran  setiap SKPD ada biaya untuk perawatan maupun pajak kendaraan.

Baca Juga : 11 Ribu Petugas Keamanan Gabungan Jaga Pemilu Aman dan Damai di Banyuwangi

“Kecuali untuk perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  lima tahunan itu menjadi tanggungan BPKAD karena anggarannya sudah dialokasikan di BPKAD. Tetapi setiap SKPD harus pro aktif mengajukan untuk perpanjangannya ke BPKAD,” ujar Cahyanto, Senin (12/2/2024).

Sedangkan untuk kendaraan operasional yang sudah rusak dan sudah tidak bisa dipelihara, pengelola kendaraan operasional diharapkan segera mengajukan penghapusan dan dikeluarkan dari inventarisasi aset Pemkab Banyuwangi.

“Imbauan dan sosialisasi ke semua SKPD sudah sering kami lakukan sebagai tanggung jawab kami selaku konsolidator pencatatan aset Pemkab Banyuwangi,” imbuh Cahyanto.

Selanjutnya dia menambahkan berdasarkan catatan dan data yang ada jumlah kendaraan yang dihapuskan sampai dengan 2023 ada 127 unit yang terdiri dari roda 4 sebanyak 33 unit dan roda 2 ada 94 unit.

Kemudian kendaraan yang dilelang tercatat 101 unit, dengan rincian tahun 2022 ada 56 unit dan 2023 tercatat 45 unit. Adapun kendaraan yang statusnya rusak ada 149 unit.

”Kemungkinan bertambah setelah ada hasil inventarisasi divalidasi,” pungkas Cahyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam upaya efektivitas dan efensiensi pemanfaatan fasilitas dan sarana prasarana pelayanan publik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Banyuwangi mengembalikan mobil operasional yang kondisinya saat ini sudah tidak layak ke Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Banyuwangi, Zen Kostolani, beberapa waktu lalu pihaknya mengembalikan kendaraan operasional yang tidak bisa difungsikan lagi secara optimal dan membutuhkan dana yang besar untuk biaya perbaikan.

Baca Juga : Bupati Sanusi Pimpin Doa Pemilu Aman dan Lancar, Minta Masyarakat Tidak Mudah Diprovokasi

“Kami juga sudah mendapatkan bantuan mobil operasional yang baru dan mobil yang rusak akan dikembalikan ke BPKAD untuk diatur kembali pemanfaatannya atau dilelang,” jelas Zen kepada sejumlah wartawan.

Dia menuturkan mobil operasional yang saat ini kondisinya rusak, sebelumnya dirasakan cukup berat untuk mengikuti program kegiatan yang digelar pemerintah Banyuwangi di Sarongan Pesanggaran atau di wilayah Wongsorejo.

“Usia mobil yang sudah tua dirasakan kurang nyaman sehingga perlu peremajaan. Kita sudah mendapatkan bantuan dari perpusatakan pusat 3 unit mobil baru,” tambah Zen.


Topik

Pemerintahan bpkad banyuwangi kendaraan operasional pemkab banyuwangi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana