Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

Usai Kampus Bergerak, Kini Ramai Rektor-Rektor Diminta Polisi Bikin Testimoni Kebaikan Jokowi 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Feb - 2024, 18:36

Placeholder
Wakil Rektor II Unimus Hardi Winoto yang menyampaikan testimoni kebaikan pemerintah Jokowi. (Foto: TikTok @enaknya.ngapain.y8)

JATIMTIMES - Belakangan ini Tagar #KampusBergerak menjadi trending dalam platform media sosial X (Twitter). Isi unggahan dengan tagar tersebut didominasi mengkritisi kondisi demokrasi era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. 

Dalam tagar tersebut, para sivitas akademika kampus, mulai guru besar, dosen hingga mahasiswa menilai jelang Pilpres 2024 ini terjadi banyak penyimpangan demokrasi. Utamanya, setelah pencalonan Gibran rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). 

Baca Juga : Presiden EM UB Beri Peringatan Keras: Jangan Sampai Rezim Saat Ini Menjadi Neo Orde Baru

Kampus-kampus besar seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Andalas Padang (Unand), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), hingga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyampaikan petisi kepada Jokowi atas situasi demokrasi saat ini. Awal pekan ini, juga ada Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Malang (UM) hingga Universitas Brawijaya (UB) yang turut mengkritisi Jokowi. 

Setelah ramai kritikan tersebut, lantas di media sosial TikTok banyak unggahan tandingan. Di mana beberapa rektor kampus menyampaikan testimoni kebaikan pemerintahan Jokowi. Salah satunya adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Masrukhi. Dalam pengakuannya, Masrukhi mengaku ditelpon oleh pihak Polres untuk memberikan pernyataan tentang pemilu damai. 

Selain itu, Wakil Rektor II Unimus Hardi Winoto yang menyampaikan testimoni kebaikan pemerintah Jokowi. Sebelum membuat video, Hardi mengaku didatangi dua polisi berseragam di rumahnya. Di mana salah satunya memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Tembalang, Semarang. 

Hardi menyebut kedatangan polisi ke rumahnya itu untuk membuat video testimoni kebaikan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Wawancara dengan Hardi direkam memakai ponsel dan kemudian dikirimkan melalu WhatsApp yang sudah dipotong dan ditempel tulisan Unimus di sisi kanan atas. 

Tak berselang lama, Hardi mengaku mendapatkan kiriman link berisi potongan wawancaranya tersebar di berbagai media sosial. Keesokan harinya berita itu jadi perbincangan para dosen tempatnya mengajar dan ia mengira videonya digunakan salah satu akun TikTok untuk mengampanyekan salah satu paslon. 

"Saya pikir wawancara itu (dengan polisi) hanya untuk kepentingan internal mereka," ujar Hardi, dikutip TikTok @senyumesra. 

Baca Juga : Optimalkan Performa Dosen dan Reputasi Akademik, Ini Langkah Fakultas Humaniora UIN Malang

Rupanya video Hardi tersebut disebarluaskan oleh pendukung paslon capres nomor urut 02 Prabowo-Gibran di TikTok melalui akun @enaknya.ngapain.y8. Di mana TikTok tersebut memasang foto profil Prabowo Subianto. 

Dalam akun yang sama, muncul juga video wawancara dari rektor-rektor lain. Seperti Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman yang juga menyatakan testimoni kebaikan pemerintahan Jokowi. 

Video-video testimoni tersebut dibuat persis setelah ramai-ramai akademisi mengkritik hingga menyampaikan petisi ke Jokowi. Namun klaim pihak kepolisian, video tersebut diambil lantaran untuk mengampanyekan Pemilu Damai. 

"Membuat narasi testimoni tandingan, ketika mendapat kritikan bahkan melibatkan polisi. Biar rakyat yang menilai," pungkas narasi TikTok @senyumesra. 


Topik

Politik Kampus Bergerak polisi testimoni rektor jokowi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri