JATIMTIMES - Pemilihan umum 14 Februari 2024 tinggal hitungan hari. Salah satu yang sempat menyita perhatian public adalah Lia Istifhama.
Hal ini karena banner pencalonannya viral dicium seorang lelaki yang diduga mengidap ODGJ. Tepatnya di perempatan Pagotan, Geger, Kabupaten Madiun, seperti yang diupload di akun sosial media, diantaranya akun tiktok @me.bgs, pada 19 Januari 2024.
Baca Juga : Usai Menyatakan Presiden Boleh Kampanye, Viral Video Lama Jokowi yang Instruksikan Pemerintah Harus Netral
Dalam video yang ditonton 440 ribu tayangan tersebut, terlihat seorang pria tetiba mencium hidung dan mata foto banner calon DPD RI Dr. Lia Istifhama.
Video berjudul “tulung pak purnomo wong iki atasono aku wes ra kuat” dengan backsound lagu Cinderella Trio Macan tersebut, ramai dikomen netizen, dan menyebar di Facebook, Instagram, dan Twitter.
Abdur Rahman warga asal Madura mengaku akan memilih Ning Lia sebagai anggota DPD RI pada 14 Februari nanti.
“Sampai kapanpun saya akan dukung dan loyal pada Ning Lia. Karena orangnya asli baik, asli merakyat, dan asli jujur apa adanya. Beliau ini calon wakil rakyat yang asli memang merakyat. Kalau sekarang beliau meraih peringkat kedua dalam survey, saya yakin itu memang yang akan tergambar dalam hasil Pemilu mendatang. Karena memang ning Lia banyak dicintai orang,” tegasnya.
Ia pun menambahkan beberapa alasan mengapa ning Lia layak dipilih sebagai senator di Jawa Timur.
Baca Juga : Viral Narasi Ban Mobil Dinas Jokowi Bocor di Tengah Jalan, Begini Klarifikasi Istana
“Ning Lia ini memiliki magnet besar. Bukan hanya karena fotonya di surat suara yang raddin atau cantik dengan jilbab hijau khas Muslimat, namun juga memiliki banyak alasan untuk dicoblos. Saya rangkum, ada 12 alasan mengapa harus pilih DPD nomer 12. Karena ning Lia Istifhama ini, cantik, grapyak, cerdas, jiwa sosial tinggi, DNA tokoh besar, multi talent, agamis, sederhana, merakyat, humoris, santun, dan pluralis," bebernya.
Dari 12 karakter yang melekat kepada ning Lia, Rahman menyisipkan istilah DNA Tokoh Besar, yaitu merujuk pada ketokohan ayahnya, yang merupakan Mantan Ketua Anshor Jatim, KH. Masykur Hasyim, dan tante atau buleknya yang merpakan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
