JATIMTIMES- Sebuah prestasi gemilang bidang robotika dicapai oleh Jepang. Smart Lander for Investigating Moon (Slim) berhasil mendarat dengan mulus di permukaan Bulan dekat kawah khatulistiwa. Keberhasilan ini menjadikan Jepang sebagai negara kelima yang mampu mendarat dengan mulus di satelit alam Bumi. Sebelumnya, empat negara telah mendaratkan robot di bulan yakni AS, Uni Soviet, China, dan India.
Namun, kegembiraan tersebut diimbangi oleh masalah pada sistem tenaga surya Slim. Masalah ini mengancam keberlangsungan misi karena diprediksi hanya akan bertahan beberapa jam. Saat ini, insinyur tengah berjuang untuk menyelamatkan misi tersebut. Pasalnya, sel surya pesawat gagal menghasilkan listrik. Ini membuat Slim bergantung sepenuhnya pada baterai yang akan habis daya.
Baca Juga : Wapres Ma'ruf Amin Respons Faisal Basri: Tidak Ada Isu Menteri Mundur
Dalam upaya menyelamatkan misi, para insinyur memprioritaskan aktivitas dengan mematikan pemanas dan mengunduh data dari pesawat. Meskipun demikian, Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) tidak akan menyerah begitu saja. Mereka berharap Slim bisa kembali aktif jika sel surya dapat berorientasi kembali ke matahari dengan perubahan sudut cahaya di Bulan.
Meski menghadapi tantangan, JAXA menyatakan keberhasilan mendarat dengan lembut, karena Slim masih dapat mengirim data dengan baik. Pesawat ini membawa dua rover kecil yang diharapkan akan melakukan pengamatan geologi lokal selama dua minggu ke depan.
Statistik sulitnya mendarat di Bulan tidak menyurutkan semangat JAXA, yang mempercayakan misi ini pada teknologi navigasi presisi baru. Data awal menunjukkan bahwa teknologi tersebut berhasil, dan Slim mampu mencapai titik pendaratan dengan akurasi tinggi.
Slim memulai manuver penurunannya dari ketinggian 15 km pada Sabtu dini hari waktu Jepang (20/1/2024) dan mencapai pendaratan setelah pukul 15:20 GMT. Meskipun pendaratan terjadi di dekat Kawah Shioli yang saat ini terkena sinar matahari, suhu akan turun saat malam lunar tiba, menghadirkan tantangan baru bagi kelangsungan misi ini.
Baca Juga : Siapkan Lulusan Sukses Bersaing dalam Dunia Kerja, Ini Cara yang Dilakukan STIE Malangkucecwara
JAXA, yang sebelumnya dua kali berhasil mendaratkan robot di asteroid, juga berperan dalam program Artemis NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan. Meski perusahaan swasta Jepang sebelumnya mengalami kegagalan dalam pendaratan Bulan, upaya Jepang kali ini mendapat pujian sebagai keberhasilan besar dalam mendarat dengan presisi.
