JATIMTIMES- Memasuki musim penghujan, antusiasme warga Blitar Selatan dalam berburu kepompong ulat daun jati di kawasan hutan jati milik Perhutani, sekitar Bendungan Serut Kabupaten Blitar, semakin meningkat.
Puluhan orang, termasuk Mesidi (60) dari Desa Kaligrenjeng, Kecamatan Wonotirto, rela menempuh perjalanan sejauh 18 kilometer untuk mengejar peluang di lokasi berburu yang terletak di tengah kehijauan hutan.
Baca Juga : Semeru Kembali Erupsi Sebanyak Dua Kali Pagi Ini
"Saya datang dari Desa Kaligrenjeng, memakan waktu sekitar 18 kilometer. Tapi ketika musim penghujan tiba, peluang berburu kepompong ulat daun jati sangat menarik di kawasan ini,” ungkap Mesidi, Selasa (16/1/2024).
Mesidi merupakan salah satu dari puluhan warga yang duduk di bawah pohon jati, sambil mencari kepompong di sela-sela daun kering yang telah berguguran.
Selain Mesidi, Supiyah, seorang wanita yang juga ikut dalam kegiatan berburu tersebut. Ia mengaku mencari kepompong hanya untuk mengisi waktu luang. Dan aktifitas ini rutin ia jalani setiap musim penghujan.
"Saya sengaja mencari kepompong untuk mengisi waktu luang. Tiap tahun saat awal musim penghujan, berburu kepompong ulat daun jati sudah menjadi agenda rutin saya,” kata Supiyah. Ia juga mengungkapkan kepompong tidak hanya berburu untuk dijual, tetapi juga untuk keperluan konsumsi pribadi.
Kepompong ulat daun jati yang berhasil dikumpulkan oleh warga ini biasanya dijual dengan harga mencapai Rp 125.000 per kilogram. Meski begitu, jika tidak ada pembeli, mereka tak ragu untuk memasak kepompong tersebut sebagai hidangan lezat.
Baca Juga : Wujudkan Misi Kemanusiaan, Unilever Indonesia Donasi Rp 1,5 Miliar ke NU Care LAZIZNU
"Kami memasak sendiri dijadikan lauk. Caranya dioseng-oseng pakai bumbu. Kepompong ulat daun jati ini memiliki rasa yang gurih, sangat cocok untuk diolah menjadi lauk makan jika dimasak dengan benar,” terang Supiyah.
Dengan semangat dan kesabaran, warga Blitar Selatan terus menjalankan tradisi berburu kepompong ulat daun jati sebagai bagian dari aktivitas menarik yang menghidupkan suasana musim penghujan di daerah mereka.
