JATIMTIMES - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menanggapi kritikan yang dilontarkan oleh Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Andre Rosiade. Andre menyebut capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo salah data saat mempersoalkan kebijakan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, sebagai Menteri Pertahanan.
Menurut Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud Achmad Baidowi atau Awiek, kritikan yang disampaikan Andre sebagai pembelaan pihak yang kalah debat.
Baca Juga : Jabatan Sempat Jadi Jaminan Soal Pemanganan Sampah, Massa Aksi: Jangan Manipulasi dengan TPS3R
"Namanya orang kalah debat ya pasti membela, mencari pembenaran," kata Awiek saat dihubungi, Senin (8/1/2024).
"Yang disampaikan Pak Ganjar itu bahwa kerja sama dengan Korea itu hari ini kan belum terlaksana. Bahasa penundaan adalah bahasa halus saja bahwa hari ini tidak dikerjakan," ujar Awiek.
Awiek lalu meminta Andre bersikap objektif. Ketua DPP PPP ini meminta Andre untuk memberikan data yang tepat dibanding menuding kritik dari Ganjar keliru.
"Mas Andre nggak usah membabi buta seperti itu. Sebaiknya kasih data yang akurat kepada Prabowo selaku Menhan, selaku capres ketika dikroscek data kemarin itu bisa langsung menjawab dalam debat. Tidak membuka forum lain, forumnya ya di debat semalam. Kasih data yang jelas dong. Masa nggak kasih data sama sekali Pak Andre," ujar Awiek.
Terpisah, Jubir TPN Ganjar-Mahfud, Imam Prioyono, mengatakan data yang menjadi acuan Ganjar dalam mengkritik kebijakan Prabowo telah valid. Imam menjelaskan data itu didapat dari lembaga dan sejumlah tokoh yang telah terverifikasi.
"Data yang digunakan Mas Ganjar adalah data-data yang diperoleh dari sumber-sumber valid baik tokoh maupun lembaga. Yang disayangkan justru Pak Prabowo tidak bisa menjawab dengan lugas tadi malam," katanya.
Lebih lanjut Imam mempertanyakan sikap Andre yang mencoba membela Prabowo. Dia menyinggung Andre yang ingin dianggap lebih kompeten dari Prabowo di isu pertahanan.
"Kalau Mas Andre menjawab seperti ini bisa jadi publik justru melihatnya apakah Mas Andre mau kelihatan lebih kompeten dari Pak Prabowo?" ujar Imam.
Diketahui calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengkritik sejumlah kebijakan yang dilakukan Menteri Pertahanan sekaligus capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Andre Rosiade, menilai kritik yang dilontarkan Ganjar keliru soal kerja sama kapal selam dengan Korea Selatan.
Baca Juga : Tak Belajar dari Saudara Tuanya, Penanganan Sampah di Kota Batu Tertinggal Jauh dari Kota Malang
Andre mengatakan kritik dari Ganjar itu salah alamat. Pasalnya, saat ini Prabowo selaku Menteri Pertahanan sedang meminta penundaan agar Korea Selatan memperbaiki tiga kapal selam sebelumnya menjadi lebih baik dan layak tempur.
"Ini juga sekaligus menjadi strategi Menhan Prabowo menaikkan posisi Indonesia untuk mendapatkan transfer teknologi yang lebih baik dan menaikkan porsi PT PAL dalam pembangunan untuk tujuan meningkatkan kemandirian," kata Andre kepada wartawan, Senin (8/1/2024).
Tak hanya itu saja, dalam debat yang diselenggarakan KPU itu Ganjar juga sempat menyinggung soal pengadaan Kapal Fregal Arrowhead 140 yang disebutnya tidak dilanjutkan meski PT PAL sudah mendapatkan pinjaman dari luar negeri. Andre menegaskan pembangunan kapal perang yang kelang diberi nama Merah Putih itu tetap berjalan.
Dia mengatakan saat ini Kementerian Pertahanan bersama PT PAL tengah menentukan konfigurasi persenjataan. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam transfer teknologi persenjataan.
"Ini adalah strategi Menhan Prabowo untuk mengangkat posisi Indonesia dalam hal ini PT PAL lebih unggul daripada kerja sama sebelumnya. Semuanya memiliki tujuan menciptakan kemandirian," tegas Andre.
Andre lalu menyoroti asupan data yang diberikan tim internal Ganjar. Dia menyinggung keberadaan mantan Panglima TNI yang turut bergabung dalam tim pemenangan Ganjar-Mahfud, namun masih memberikan data yang keliru.
"Sebaiknya Mas Ganjar segera mengevaluasi tim pemenangan yang memberikan data keliru soal kapal selam dan kapal Frigate PT PAL di debat capres tadi malam. Apalagi di barisan tim Mas Ganjar ada mantan Panglima TNI yang seharusnya tahu betul data ini. Kalau ragu dengan timnya, Mas Ganjar bisa tanya ke temen-temen PDIP yang duduk di Komisi VI DPR bagaimana kinerja PT PAL di periode Pak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan," pungkas Andre.
