Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Janjikan Kerja di PUPP Bayar 20 Juta, Ketua LPK Tapal Kuda Situbondo Diadukan Warga ke Polisi

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Sep - 2023, 20:41

Soleh (tengah) selaku korban dan kuasa hukum dari DPC Ferari (kanan-kiri) seusai mengadukan Ketua LPK Tapal Kuda ke Mapolres Situbondo atas dugaan tindak pidana penipuan, Senin (18/9/2023). (Wisnu Bangun Saputro/ JatimTIMES)
Soleh (tengah) selaku korban dan kuasa hukum dari DPC Ferari (kanan-kiri) seusai mengadukan Ketua LPK Tapal Kuda ke Mapolres Situbondo atas dugaan tindak pidana penipuan, Senin (18/9/2023). (Wisnu Bangun Saputro/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Tapal Kuda Kabupaten Situbondo, berinisial DR diadukan oleh Soleh, warga Kampung Krajan Timur, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit ke Satreskrim Polres Situbondo, Senin (18/9/2023). 

Soleh selaku korban mengadukan saudara DR dengan dugaan telah melakukan tindak pidana penipuan. 

Baca Juga : Disnaker-PMPTSP Kota Malang Gelar Pelatihan Teknisi Telepon Seluler, Diikuti 70 Pencari Kerja 

Korban melalui kuasa hukumnya, Febriyanto dari DPC Federasi Advokat Republik Indonesia atau Ferari Situbondo mengatakan, DR menjanjikan anak korban, yakni Qomarudin Hidayatullah menjadi pegawai di Dinas PUPP Situbondo. Asalkan Soleh membayar uang dengan nominal puluhan juta. 

"Yang mengadukan ini Pak Soleh. DR ini Ketua LSM dan JK ini oknum wartawan salah satu media online. Keterangan awal pemeriksaan tadi di situ dijelaskan ada beberapa peristiwa hukum. Pertama dia, menjanjikan anak korban (Qomarudin Hidayatullah-red) akan dipekerjakan di Dinas PUPP," ujarnya. 

Selain itu, Febriyanto menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut bermula pada bulan Agustus 2022. Di mana saat itu, DR dan JK ini bertemu dengan Soleh di kantin yang ada di Dinas PUPP Situbondo. 

"Di situ Pak Soleh ini menyerahkan uang Rp10 juta ke mereka. Di situ ada akad bahwa karena ada kedekatan emosional antara kedua orang tadi dengan Kepala Dinas PUPP Situbondo," tegasnya. 

Kemudian, lanjut Febriyanto, DR dan JK kembali bertemu dengan korban pada bulan September 2022 di warung kopi yang ada di sekitar Stadion Abdurrahman Saleh, Situbondo. "Di situ dibahas lagi uang Rp 10 juta itu kurang. Jadi mereka minta tambahan lagi Rp 10 juta. Sehingga korban ini mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta akibat ulah mereka," bebernya. 

Menurut Febriyanto, saat ditanya kapan kepastian Qomarudin Hidayatullah bisa bekerja di Dinas PUPP Situbondo, DR selalu meminta Kilennya untuk bersabar. 

Baca Juga : Wali Kota Blitar Serahkan Santunan BPJamsostek Rp 42 Juta untuk Jukir dan RT/RW

Untuk mendukung pengaduan tersebut, Febriyanto telah menyerahkan beberapa bukti awal. "Pertama kami sudah menyerahkan foto dan video terkait penyerahan uang dari Pak Soleh ke mereka," imbuhnya. 

Febriyanto berharap, penyidik Satreskrim Polres Situbondo segera menindaklanjuti aduan tersebut dengan memanggil saksi-saksi dan teradu. "Agar kejadian ini tidak berdampak terhadap media-media lain. Karena salah satu orangnya terindikasi terlibat di media," pungkasnya. 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno membenarkan adanya aduan tersebut.

"Aduan sudah diterima oleh SPKT dan sudah ditindaklanjuti oleh Reskrim dengan meminta keterangan pengadu. Langkah selanjutnya Reskrim akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan," ujarnya. 


Topik

Hukum dan Kriminalitas Penipuan dinas pupp situbondo Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni