MALANG - Ketika kita memikirkan tentang jajanan tradisional, kenangan manis dari masa kecil segera terbayang di pikiran kita. Di tengah gemerlapnya inovasi kuliner modern, kami bangga menghadirkan sebuah perjalanan melalui masa lalu untuk menghidupkan kembali kelezatan dan keunikan jajanan tradisional yang telah lama terabaikan lewat event Tempoe Doeloe.
Dalam upaya untuk memelihara dan menghargai warisan budaya Indonesia, event bertema Tempoe Doeloe ini didesain untuk mengenang dan merayakan kehidupan pada era lampau. Event ini akan menghadirkan suasana dan pengalaman yang mengingatkan kita pada masa-masa indah di masa lalu, ketika tradisi dan nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat.
Baca Juga : Peringatan Hari Jadi, Kota Mojokerto Adakan Kirab Budaya Mojo Bangkit
Event yang dirancang oleh pengelola Situs Patirtaan Ngawonggo dengan Tim Sahitya mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang ini menampilkan beragam elemen yang menciptakan suasana klasik dan nostalgia. Pengunjung akan disambut dengan dekorasi khas zaman dahulu, dengan sentuhan elemen-elemen yang mewakili berbagai aspek kehidupan sehari-hari pada masa lampau.
Mulai dari penampilan musik etnik live dari band Joko Tebon dengan lagu-lagu klasik era tersebut, permainan tradisional, pembuatan beberapa jajanan dengan menggunakan alat jaman dulu dan jajanan tradisional yang menghadirkan cita rasa otentik.

Selain jajanan tradisional, terdapat minuman wedang khas Tomboan yang mana wedang ini dibuat dari berbagai rempah-rempah yang memiliki banyak khasiatnya. Minuman ini memiliki sejarah panjang dalam budaya Indonesia dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, ritual, dan momen kebersamaan. Wedang tidak hanya memberikan kenikmatan dalam setiap tegukan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang terkait dengan khasiat rempah-rempah yang digunakan.
“Tomboan Duwe Gawe” yang dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Juni 2023 di Situs Patirtaan Ngawonggo Kecamatan Tajinan ini terdapat 20 jajanan yang ada di antaranya yaitu, apem, utri singkong, getas, gethuk telo, ketan, tiwul, gethuk singkong, nogo sari, bledus, sawut, klepon, gatot, jemblem, horog-horog, lupis, ongol-ongol, kue tok, putu, tetelan, jenang jagung.
Semua jenis jajanan yang ada terdapat filosofi jajanan tersendiri, dalam berbagai jenis jajanan tradisional akan menemukan berbagai hidangan ikonik dari berbagai jajanan tradisional. Para pengunjung sangat antusias dengan dihadirkan jajanan tradisional dengan dibalut nuansa tempoe doeloe.
“Tomboan Duwe Gawe” juga dihadiri oleh beberapa pejabat diantaranya dari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Perangkat dari Kecamatan Tajinan, dan Sekretaris Desa Ngawonggo.
Event ini juga menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang berhubungan dengan kebudayaan masa lalu. Misalnya, dapat mencoba membuat langsung jemblem dan gethuk singkong dan mengikuti permainan tradisional.
Baca Juga : Kirab Tumpeng Rasaksa Bersih Desa di Kenduruan Tuban
Semua ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan kekayaan budaya Indonesia, sambil menyatukan generasi muda dan tua dalam perayaan kebersamaan. Di tengah aktivitas yang berlangsung di “Tomboan Duwe Gawe” juga menghadirkan e-zine yang berisikan edukasi tentang konsep Asah, Asih, Asuh pada budaya lama.
E-zine atau dapat disebut dengan majalah elektronik ini dibuat berbentuk barcode yang dengan mudah untuk diakses di berbagai kalangan dan membuat para pengunjung teredukasi tentang bagaimana kehidupan jaman dulu.
“Jajanan tradisional ini mengingatkan kita pada masa kecil, dengan ditambah suasana seperti jaman dulu membuat merasa nyaman untuk dinikmati dan wedang uwuh yang memiliki cita rasa yang khas. Tempat ini akan saya jadikan sebagai rekomendasi kepada teman-teman saya, dari pada pergi ke tempat wahana yang belum tentu ibu-ibu bisa menikmati,“ ucap pengunjung Ibu Rusiana.
Mempertahankan keberadaan jajanan tradisional sangat penting untuk menjaga warisan budaya kita yang kaya dan beragam. Dalam era modern ini, di mana makanan cepat saji dan hidangan luar negeri semakin mendominasi, jajanan tradisional membawa kita kembali ke akar-akar budaya kita yang autentik. Mereka memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan dan keberagaman budaya kita.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram @situpetirtaanngawonggo dan @tomboan_ atau hubungi tim pengelola event di nomor kontak yang tertera di bawah ini.
