Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qodir Jailani yang Membuat 60 Perampok Bertaubat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - Jun - 2023, 00:51

Placeholder
Syekh Abdul Qadir Al Jailani. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Kewalian Syekh Abdul Qadir Al Jailani memang sudah masyhur. Bahkan beliau dijuluki Sulthonul Auliya (sultan para wali). 

Kewalian dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani bahkan sudah terlihat saat ia masih bayi. Bahkan, saat Syekh Abdul Qadir Al Jailani masih bayi dan ia tidak mau minum susu, itu dijadikan sebagai pertanda akan datangnya bulan Ramadan. 

Baca Juga : Ngamuk di Perang Giyanti, Pangeran Sambernyawa Hancurkan Situs Suci Makam Ki Ageng Selo

Kisah kewalian Syekh Abdul Qadir Al Jailani tak hanya itu. Salah satu di antara yang lain ialah saat Syekh Abdul Qadir Al Jailani membuat 60 perampok bertaubat. Padahal saat itu beliau masih berumur 18 tahun. 

Dikutip dari buku "Syekh Abdul Qadir Al Jailani Kisah Hidup Sultan Para Wali dan Rampai Pesan yang Menghidupkan Hati" karangan Shalih Ahmad al-Syami yang diterjemahkan oleh Anding Mujahidin dan Syarif Hade Masyah, diceritakan ibu Syekh Abdul Qadir Al Jailani menjahitkan 40 keping emas di bagian lengan mantel beliau. Dia sembari berwasiat agar Syekh Abdul Qadir Al Jailani selalu bersikap jujur, apa pun yang terjadi. Saat itu beliau hendak ikut kafilah kecil menuju Bagdad.

Baru saja meninggalkan kota Hamadan, sekelompok perampok yang terdiri dari 60 orang berkuda menghadang kafilah tersebut.

Para perampok itu merampas semua harta milik anggota kafilah. Lalu, salah seorang perampok mendekati Syekh Abdul Qadir Al Jailani dan bertanya: "Anak muda, apa yang kau miliki?"

Syekh Abdul Qadir Al Jailani mengatakan bahwa dirinya mempunyai 40 keping emas yang ada di bawah ketiaknya.

Mendengar jawaban Syekh Abdul Qadir Al Jailani, perampok itu tertawa lalu pergi meninggalkannya.

Selanjutnya, perampok itu melaporkan hal itu kepada pimpinannya dan pimpinan perampok tersebut memanggil Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

"Wahai ketua, tadi ada pemuda miskin. Dia mengaku mempunyai 40 dinar, namun tidak ada satu pun yang percaya."

"Dasar bodoh, bukannya kalian buktikan, malah dibiarkan! Bawa pemuda itu ke sini!" bentak si kepala rampok kepada anak buahnya

Si pemimpin bertanya apakah Syekh Abdul Qadir Al Jailani mempunyai harta. Syekh pun menjawab pertanyaan itu dengan jawaban seperti sebelumnya.

Berlanjut, pemimpin perampok itu mengambil mantel Syekh Abdul Qadir Al Jailani dan merobeknya. Setelah dirobek, ia menemukan kepingan emas sesuai dengan jawaban Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

Baca Juga : Nostalgia 1988, Inilah Deretan Film Kartun yang Tayang di TVRI 

Pemimpin perampok itu merasa keheranan dengan sikap Syekh Abdul Qadir Al Jailani. Ia kemudian ia mengatakan seharusnya ia menyembunyikan harta itu bukan malah memberitahunya kepada perampok itu.

"Anak muda, uangmu telah aman. Perlu kau ketahui, orang lain jangankan mengaku punya uang sebanyak ini, punya satu sen pun kalau belum dipukul belum mau menyerahkan. Kenapa kamu yang punya uang sebanyak ini justru selalu jujur kalau ditanya? Dan apa yang memaksamu untuk menceritakan kepada kami bahwa engkau memilikinya dan memberitahukan tempat engkau menyembunyikannya?"

Syekh Abdul Qadir Al Jailani kemudian menjawab jika dirinya telah berjanji kepada ibu beliau bahwa harus berkata jujur dan juga bersikap jujur.

"Aku telah berjanji pada ibuku untuk jujur dan tidak dusta dalam keadaan apa pun. Jika aku berbohong, maka tidak bermakna upayaku menimba ilmu agama."

Karena penasaran, perampok itu berkata lagi, "Tapi, sekarang ibumu kan tidak ada di sini. Ia tidak akan tahu jika engkau berbohong."

"Betul. Tetapi janjiku untuk selalu jujur dan benar itu disaksikan Allah SWT yang tidak pernah tidur dan alpa dalam mengawasi hamba-hamba-Nya," jawab Abdul Qadir Al Jaelani.

Mendengar jawaban tersebut, pemimpin perampok itu pun menyatakan untuk bertaubat dan diikuti oleh seluruh anggota perampok yang lain.

Diketahui para kelompok perampok itu adalah kelompok pertama yang memegang tangan Syekh Abdul Qadir Al Jailani dan mendapat ampunan atas dosa-dosa mereka.


Topik

Serba Serbi Syekh Abdul Qadir Al Jailani wali Allah melawan perampok



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy