Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Sejarah Game Dota 2, Permainan yang Pernah Populer tapi Kini Mulai Redup

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

11 - Jun - 2023, 14:10

Placeholder
Game Dota 2. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Game adalah salah satu permainan yang kerap disukai oleh banyak kalangan baik wanita maupun laki-laki.

Berbicara mengenai permainan, ada salah satu permainan yang kerap disukai banyak orang hingga international. Permainan itu adalah Game Dota 2.

Baca Juga : Ramai, Curhatan Peserta MQK Jatim yang Tak Pernah Dapat Hadiah Uang Apresiasi

Dota 2 merupakan salah satu game dengan komunitas yang sangat besar di dunia. Game Dota 2 ini memiliki kompetisi akbar yang disebut The International dengan total hadiah fantastis.

Namun saat ini, game Dota 2 sudah kalah populer dengan MOBA mobile, jadi sudah tidak heran jika klub esport di Indonesia jarang membuka divisi untuk game Dota 2.

Meski demikian, Dota 2 pernah menjadi game paling populer di masanya. Game multiplayer itu telah melewati masa yang panjang. Dilansir dari laman Red Bull, begini sejarah perjalanan game Dota 2.

Awalnya adalah mod

Dota dimulai pada saat Aeon of Strife, mod buatan penggemar untuk Starcraft: Brood War. Mod itu semakin populer dan akhirnya membuat Blizzard pada tahun memindahkan mod tersebut ke Warcraft 3 di tahun 1998. Silsilah yang lebih awal lagi dimulai pada tahun 2000.

Saat itu mod Defense of the Ancients atau DotA (cikal bakal Dota 2) dipindahkan ke Warcraft 3. Mod ini diciptakan oleh Kyle “Eul” Sommer yang sangat mirip dengan versi Dota 2 saat.

Game ini memiliki dasar seperti halnya game bergenre MOBA lainnya. Lima orang pemain melawan lima pemain lainnya saling bertarung menghancurkan markas lawan.

Ditengah kepopuleran mod DotA, Eul justru mundur untuk mengembangkan game bergenre sama dengan mod itu lebih lanjut. Akhirnya ia memberikan semua kepemilikannya atas DotA kepada Valve.

Dari sekian banyak percobaan membuat game serupa, hanya satu yang cukup menyita perhatiaan saat itu ketika Steve “Guinsoo” Feak menciptakan mod DotaA: Allstars. Inilah yang menjadi titik awal pengembangan Dota 2.

Setelah beberapa tahun, Guinsoo bersama Steve “Pendragon” Mescon kembali ke Riot Games untuk mengembangkan League of Legends, salah satu game MOBA mirip DotA yang masih ada sampai sekarang dan memiliki penggemar yang tidak kalah dari Dota 2.

Dota: Allstars mereka serahkan kepada IceFrog. Ia lalu mengembangkannya yang kemudian menjadikan ia orang paling berpengaruh dalam sejarah DotA.

Baca Juga : Pemerintah Rusia Bakal Bangun Patung Bung Karno di Moskow

DotA terus berkembang tanpa adanya dukungan dari pengembang atau penerbit mana pun. Namun hal itu tak membuat DotA redup. Justru game tersebut semakin sukses dan menjadi esport tersukses di dunia. Semenjak League of Legends dan Heroes of Newart rilis, DotA akhirnya mendapatkan dukungan dari Valve.

Pada tahun 2009, IceFrog akhirnya mengumumkan bahwa DotA telah bergabung dengan Valve. Informasi pertama mengenai Dota 2 terdengar pada tahun 2010.

Valve akhirnya mengungkapkan bahwa game tersebut akan rilis dalam bentuk beta tahun di tahun 2011, setelah dirilis game tersebut menuai banyak komentar positif.

Selanjutnya, Valve memutuskan untuk memamerkan Dota 2 kepada publik dalam event Gamescom 2011. Pada saat itu, mereka mengadakan turnamen besar senilai 1,6 juta dolar AS.

Dengan angka itu, menjadikan kompetisi itu sebagai kompetisi dengan hadiah paling besar di seluruh penjuru dunia untuk kategori esport pada saat itu. Setelah beberapa bulan, Valve mengundang lebih banyak orang ke versi beta dan scene profesional pun mulai terbentuk.

Usai satu tahun berlalu, sejak pengungkapan di Gamescom, The International 2 (TI2) diumumkan dengan total hadiah yang sama, yakni 1,6 juta dolar AS dan diadakan di Seattle.

Usai TI2 menuju TI3, terjadi pertumbuhan besar-besaran untuk Dota 2. Akhirnya game ini resmi rilis di Steam pada 2013 lalu dan dapat dimainkan oleh semua orang. 

TI kemudian terus berlanjut hingga saat dan semakin banyak gelombang pemain baru setiap tahunnya hingga saat ini. Skena kompetitif kian berkembang dan menjadi salah satu acara esport terbesar di dunia.


Topik

Serba Serbi Dota 2 sejarah game esport



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri