Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ayah David Ozora Bongkar Kelakuan Rafael Alun Agar Kasus Penganiayaan Berakhir Damai

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

04 - May - 2023, 02:01

Placeholder
Perbedaan plat nomor barang bukti mobil Rubicon dari sebelumnya B 120 DEN menjadi B 2571 PBP (foto: @seeksixsuck)

JATIMTIMES - Jonathan Latumahina, Ayah David Ozora, korban penganiayaan terencana membongkar kebobrokan beberapa pihak agar kasus penganiayaan tidak diproses. 

Jonathan menjelaskan jika pada hari kejadian, saat putranya disiksa adalah hal yang tak akan pernah bisa Ia lupakan. Dia juga menyebut bahwa mantan pegawai pajak Rafaul Alun yang juga ayah pelaku mencoba mempermainkan hukum. 

Baca Juga : Kunjungan Wisata Kampung Tematik di Malang Berangsur Meningkat

"20 Februari 2023 gak akan pernah dilupakan, proses hukum masih berjalan dan kali ini gue mau bongkar kelakuan Rafael mafia birokrat Kemenkeu mainin hukum seolah semua hartanya bisa membungkam kelakuan anaknya yang sudah berkali kali kena masalah tapi tiba-tiba beres," cuit Jonathan melalui akun Twitternya @seeksixsuck. 

Lebih lanjut, Jonathan menceritakan beberapa oknum mencoba mengintimidasi dirinya agar kasus penganiayaan itu bisa berakhir damai. "Saat di RS medika gue ditempel orang2 gajelas yang ngajak damai. Beberapa kali gue diamkan, bukan mereda tapi makin banyak mereka datang. Gue langsung mikir 'ini pelaku pasti orang kuat, orang suruhannya sebanyak ini', ada saksi yang liat itu: Pak R (yang anter david), Sahabat @abu_abros dan Banser Jaksel," jelasnya, dikutip Rabu (3/5/2023). 

"Hingga gue akhirnya teriaki mereka: 'lu siapa!!! lu angkatan???' (Karena badannya tegap2). Trus gue sampaikan: 'kasitau bosmu, nama gue jonathan dan gak akan ada damai', trus gue kembali urus david," sambungnya. 

Tak berhenti disitu, Jonathan juga dipanggil oleh petugas RS Medika kaitannya soal administrasi. Dimana pihak RS bilang jika asuransi David tidak bisa diklaim karena melanggar satu aturan.  

"Setelah gue cek (pelanggaran aturan) ada kronologi yang tidak bisa di approve asuransi (karena disebut) 'yang memulai perkelahian adalah david'. Gue kejar dan telusuri, darimana ini masuk report seperti ini? Siapa yang nulis kronologi ini? Pihak RS bilang dari polsek pesanggrahan. Gue langsung ingatkan Sahabat2 Banser untuk potensi masuk angin," jelasnya. 

Keanehan lain juga ditemukan Jonathan pada mobil Pajero yang menjadi barang bukti penganiayaan. Awalnya mobil barang bukti berplat nomor B 120 DEN, namun tak lama kemudian plat nomor berubah. Bahkan barang bukti yang sebelumnya berada di Polsek Pesanggrahan sempat hilang. 

"Yang aneh adalah mobil itu tiba2 ilang, dan ketika kami tanya ke polisi polsek pesanggrahan dijawab 'baru buat jemput saksi'. Mobil yang disita bisa buat jemput saksi?? Benarkah begitu secara hukum? Mobil disita dan bisa buat plesiran jemput saksi (yang sekarang udah masuk bui si agnes)," cuit Jonathan. 

Namun setelah berita penganiayaan itu viral, malam harinya mobil Pajero tersebut kembali ke Polsek Pesanggrahan. "Malam hari mobil itu balik ke polsek pesanggrahan disetir agnes dan ada tantenya dan juga 1 orang lagi. Dan plat nomornya berubah, coba kapolsek pesanggrahan jelaskan ini. Siapa yang kasi akses mobil sitaan buat jemput pelaku? Dan diganti plat nomornya. Masih di hari yang sama," tegas Jonathan. 

Proses penyelidikan penganiayaan pun terus dilakukan oleh pihak polisi. Namun ada satu momen yang dikatakan Jonathan, ketiga terdakwa penganiayaan (Mario Dandy, Shane dan Agnes) masih asyik main gitar.  

"Jadi tu anak dajal bertiga main gitar di polsek pesanggrahan, santai banget kaya gak ada apa2. Setelah dikasi paham baru dia pucat dan sadar kalo saat ini bapaknya ga bisa bantu apa2. Padahal sebelumnya dia bilang ke tantenya agnes, dandy sempat bilang: 'tenang tante, agnes gak akan kena, semua diurus papa, paling nanti saya cuma dihukum 2 tahun 8 bulan'. Bagaimana dia bisa tahu akan dihukum segitu?," ungkap Jonathan. 

Keanehan demi keanehan tak hanya terjadi di Polsek Pesanggrahan, di Polres Jakarta Selatan pun demikian. Kronologi kejadian saat konferensi pers berbeda dengan Polda Metro. Kronologi di polres bisa dipersepsikan "perkelahian" dan kronologi di Polda Metro bisa dipersepsikan penganiayaan. 

Baca Juga : Ngotot Jualan di Alun-Alun Merdeka, Seorang Pedagang Makanan Diamankan

"Mario, agnes, shane merasa polsek pesanggrahan cuma tempat nongkrong sesaat sebelum papanya keluarin mereka. Bisa main gitar, nyanyi2 dan dilihat banyak saksi, termasuk Ibu N (yang nolong david) saat diperiksa di polsek sesaat setelah agnes datang. Polisi silakan sanggah," terang Jonathan. 

Malam saat David masuk ICU, ibu Mario Dandy datang ke RS dan ingin masuk melihat korban penganiayaan anaknya. Namun Jonathan melarangnya. Selain itu, Rafael Alun juga datang menjenguk dan mengajak damai dan ditolak oleh Jonathan. 

Menurut Jonathan, Rafael adalah mafia yang menganggap semua hal bisa diselesaikan dengan hartanya. Kala itu ramai di media sosial soal Mario Dandy tak ditengok sama sekali oleh keluarganya. 

"Masih inget gak, pada 1 hari semua media posting: mario dandy tidak pernah ditengok keluarga. BOHONG BESAR!! Bapaknya shane cerita kalo ketemu ortu dandy di tahanan polda metro sama2 besuk. Dan dia dicuekin ortu dandy. Mafia ini buying ke media dengan nilai fantastis," ungkap Jonathan. 

Bukan hanya itu, Jonathan juga mendapatkan berbagai rayuan dari orang-orang dekatnya agar berdamai dengan Rafael. "Gak cuma sampe sini, mereka juga deketin temen2 deket gue buat dikasi duit. Gue mah bodoamat, yang nerima dia biar jadi urusan dia. Biar gue geser? Gak akan. Yang ada malah besok pas dandy inkracht gue bakal gugat PMH," tutup Jonathan. 

Sontak cuitan Jonathan yang membongkar kebusukan oknum-oknum tersebut menuai komentar dari warganet. "Bongkar abiz, Harus dibuat mokal sedunia, kalo cuan itu ada angka batasan tapi dibikin mokal sampe ke turunannya gak bisa ilang, gw dukung," @NoegMat**. 

"Mencoba merayu teman dekat pak jo! Sgitunya," @nasehatisla****. 

"Mantap bung jo acak acak kelakuan org atas yg arogan," @daekseek***. 


Topik

Peristiwa jonathan latumahina rafaul alun kasus penganiayaan david ozora



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana