Kepala Dispendukcapil Kota Batu Maulidiono saat ditemui di ruangannya. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Dispendukcapil Kota Batu Maulidiono saat ditemui di ruangannya. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Hingga saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu telah mendata 58 ribu dalam program kartu indentitas anak (KIA). Meski sudah tuntas melakukan pendataan, rupanya beberapa data harus dilakukan revisi. 

Kepala Dispendukcapil Kota Batu Maulidiono mengatakan ada batasan usia bagi anak untuk mendapatkan KIA. Yakni usianya di bawah 17 tahun.

Diakui, meskipun saat ini sudah tuntas dalam melakukan pendataan, masih ada yang harus direvisi. Revisi itu dilakukan karena data akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) tidak cocok. Kurang lebih yang harus dilakukan revisi mencapai 50 KIA.

“Masih ada 50-an yang harus dilakukan revisi. Revisi kami lakukan karena data dari KK dan akta kelahiran tidak cocok,” ujar Maulidiono, Minggu (29/4/2018).

Pencocokan daya itu bisa dibenahi jika antara orang tua dan anak mengajukan kepada dispendukcapil. Karena itu, jika terdapat ketidakcocokan, harus segera melaporkan supaya cepat tertangani. “Tentunya kalau ada kesalahan, jangan hanya diam. Segera ke kantor dispendukcapil, akan langsung kami tangani dengan cepat,” ungkapnya.

Meskipun pencetakan KIA sudah tuntas, sekarang ini dilakukan update data. Sebab, terpantau ada kelahiran baru dan juga pindah domisili. "Kartu KIA dengan desain mirip e-KTP. Pencetakan kartu berwarna merah muda dan berstiker hologram ini,” imbuh Maulidiono. (*)