Yuni Shara (mengenakan pakaian ala Kartini) berfoto bersama dengan siswa-siswi Cahaya Permata Abadi di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Sabtu (21/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Yuni Shara (mengenakan pakaian ala Kartini) berfoto bersama dengan siswa-siswi Cahaya Permata Abadi di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Sabtu (21/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Penyanyi Indonesia Yuni Shara punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Sabtu (21/4/2018).

Bersama para wali murid Yuni Shara yang sekaligus sebagai pendiri Lembaga PAUD Cahaya Permata Abadi melakukan beberapa kegiatan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu.

Terlihat Yuni Shara mengenakan baju tradisional dengan memakai riasa dan sanggul layaknya ala Kartini.

Tidak hanya Yuni tetapi anak didiknya dan wali murid juga mengenakan busana ala Kartini dan pakaian yang dinginkan masing-masing murid.

Ada yang mengenakan baju tentara, pilot, petugas pemadam kebakaran, wali kota, koki dan sebagainya. Pakaian yang dikenakan anak-anak itu sesuai dengan mimpi-mimpi dan cita-citanya kelak.

“Baju yang mereka pakai ini merupakan mimpi-mimpi mereka nantinya,” ujar Yuni Shara.

Totalnya ada 100 anak didik dari TK, Kelompok Bermain, dan Taman Penitipan Anak (TPA), antusias mengikuti acara. Setiap tahun, sekolah yang dimiliki Yuni Shara ini rutin memperingati Hari Kartini dengan tema berbeda-beda.

Tahun ini PAUD yang dikelolanya sejak 2013, mengusung tema Kartini Zaman Now. Untuk saat ini menggelar lomba vlog dan fashion show. Lomba Vlog diikuti para orangtua dan murid.

“Bersama dengan orangtua masing-masing mereka ditantang membuat vlog yang memperlihatkan kekompakan mereka,” ungkap artis kelahiran Kota Batu ini.

Untuk membuat vlog kriteria penilaian vlog didasarkan pada tiga aspek, yakni kualitas video, chemistry orang tua dan anak, serta kreativitas konten.

Selain itu Yuni juga menggelar lomba fashion show sebagai salah satu cara agar anak lebih percaya diri di depan umum.

“Fashion show ini mengajarkan kepada anak supaya lebih percaya diri terutama bagi mereka anak-anak perempuan,” jelasn Yuni.

Menurutnya memperingati Kartini memberi makna pada perjuangan emansipasi wanita. Yang diharapkan anak didiknya itu kelak selalu mandiri, percaya diri, dan menghargai diri sendiri. 

"Harapannya di masa sekarang dan mendatang, pekerjaan apapun bisa dilakukan kaum perempuan.  Kegiatan ini juga mendidik anak-anak menjadi penerus bangsa yang kreatif dan berdaya saing ke depan,” tutup kakak Krisdayanti ini.