JATIMTIMES - Seorang ibu mampu merawat seribu anak, tapi seribu anak belum tentu dapat merawat seorang ibu. Petikan tersebut tertulis di postingan pada media sosial sebagai caption postingan surat pernyataan tiga orang anak yang akan menitipkan ibunya ke Griya Lansia Khusnul Khatimah, pusat perawatan lansia terlantar di Malang.
Ialah Trimah (66), warga Magelang Jawa Tengah, yang dititipkan ketiga anaknya untuk dirawat di Griya Lansia Khusnul Khatimah, Wajak Kabupaten Malang. Tidak banyak diketahui alasan ketiga anak Trimah, menitipkan dirinya di usia senjanya.
Baca Juga : Targetkan November Level 1 PPKM, Pemkot Batu Kejar Vaksinasi Lansia
Hanya saja, berdasarkan surat pernyataan yang diunggah tersebut, ketiga anak Trimah memutuskan untuk menitipkan orang tuanya karena kesibukannya masing-masing. Hingga saat ini, terhitung sudah 5 hari Trimah tinggal di Griya Lansia Khusnul Khatimah.
Bahkan, tidak hanya sekedar menitipkan, di dalam surat tersebut juga tertulis bahwa ketiga anaknya sepakat Griya Lansia mengurus proses kematian Trimah, jika nantinya Trimah meninggal dunia di Griya Lansia tersebut.
"Saya pingin anak saya tiga-tiganya jenguk ke sini. Saya pinginnya anak saya bisa ke sini. saya di sini sudah lima hari sejak Selasa kemarin," ujar Trimah sembari tak bisa menahan tangis saat ditemui di Griya Lansia Husnul Khatimah, Minggu (31/10/2021) siang.
Dirinya pun tidak menyangka, jika ternyata tiga anaknya mengirimnya ke tempat yang jauh dari tempat asalnya di Magelang. Tangisnya pun pecah saat menjelaskan alasan mengapa tiga anaknya mengirim dia ke Griya Lansia. Yang ia tahu, ketiga anaknya memilih hal tersebut karena masalah ekonomi.
"Janjinya di dekat sana (Magelang) tapi kok tiba-tiba ditaruh di sini saya juga gak tahu. Dua anak saya di Jakarta mas. Satu ikut mertuanya satu ngontrak tapi susah. Satunya di Pekalongan juga ikut mertua jadi tidak bisa saya dibawa ke sana," terangnya.
Dirinya mengaku bahwa ingin menghabiskan masa tuanya bersama ketiga anaknya dan cucu-cucunya. Apalagi, dengan sakit stroke yang ia derita sekarang, ia berharap ketiga anaknya bisa mengunjunginya sesekali.
"Iya kalau begini saya cuma bisa berdoa saya pingin lihat anak saya cucu saya juga. Saya juga gak bisa jalan saya stroke susah jalan. Gak ada handphone saya dan gak bisa komunikasi," imbuh Trimah.
Memprihatinkan, meskipun Trimah mengaku betah tinggal di Griya Lansia. Menurutnya, banyak teman yang bisa ia ajak berkomunikasi. Namun, dirinya tetap berharap bisa dirawat oleh ketiga anaknya.
Baca Juga : Penjaga Keperawanan dari Emas Jenis Cupeng hingga Jempang Tersimpan di Museum Nasional
Sementara itu, penanggung jawab harian Griya Lansia Khusnul Khatimah, Nur Hadi juga mengaku bahwa dirinya tidak tahu persis apa alasan ketiga anak Trimah menitipkannya. Ia sedikit menceritakan kedatangan Trimah saat diantar oleh anaknya.
"Saat itu malam, sekitar setengah 12 malam. Saya sedang di rumah, lalu dikabari bahwa yang dari Magelang datang. Saat itu saya datang, dan gak tahu kalau ternyata itu anaknya (Trimah)," ujar Hadi, Minggu (31/10/2021).
Dirinya juga tidak begitu jelas, apakah sebelum Trimah diantar ke tempatnya, ketiga anak Trimah sudah berkomunikasi dengan pihak yayasan.
"Saat itu ternyata yang mengantar tiga anaknya, dan satu menantunya. Kalau komunikasi, saya enggak, tidak tahu lagi kalau ke yayasan langsung," terang Hadi.
Sementara itu, menurutnya, sejak Januari 2021 Griya Lansia beroperasi, ada tiga lansia yang mengalami nasib serupa seperti Trimah. Yakni, ada surat pernyataan dari anaknya untuk menitipkan orang tuanya ke Griya Lansia.
"Ada tiga orang termasuk Bu Trimah. Dua yang pertama dari Sidoarjo dan Jombang. Dan yang satu sudah meninggal," pungkas Hadi.
