JATIMTIMES - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri meraih penghargaan Tourism dan Creative Campaign Award kategori Silver. Pokdarwis Tenun Ikat Bandar Kidul berhasil menyamakan posisi dengan industri destinasi wisata di Indonesia seperti The Sunan Hotel di Solo dan Hutan Monyet di Ubud.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi pada Pokdarwis Tenun Ikat Bandar Kidul yang telah gigih untuk memajukan desa wisata.
Baca Juga : 638 Aset Pemerintah Kota Batu Belum Bersertifikat
“Kegigihan mereka untuk membangun desa wisata patut diapresiasi. Karena, dengan adanya desa wisata ini, akan banyak wisatawan yang mampir ke Kota Kediri untuk ikut merasakan bagaimana serunya menenun, dan disambut oleh keramahan masyarakat Kota Kediri,” ujar Mas Abu.
Sementara itu, Koordinator Pokdarwis Slamet Sugianto mengatakan ada beberapa indikator yang dinilai oleh penyelenggara. Salah satunya aspek edukasi, pelayanan, dan sajian wisata.

“Jadi di dalam proposal kami telah menuliskan deskripsi tentang apa saja yang akan didapat wisatawan ketika berkunjung di Bandar Kidul. Mulai dari penyambutan warga dan penerapan prokes yang ketat saat masuk area, rangkaian kegiatan yang bisa dinikmati wisatawan seperti edukasi menenun, dan beragam hiburan,” ujar Slamet.
Salah satu edukasi lain yaitu mengolah ikan lele yang dibudidayakan dalam ember oleh warga. Pada hiburan juga ada pementasan jaranan unyil. Semua ini telah disiapkan oleh Pokdarwis sehingga wisatawan yang berkunjung akan mendapat lebih dari sekedar tenun ikat saja.
Ke depannya, Slamet berharap desa wisata ini dapat menjadi ladang pekerjaan bagi warga sekitar. Maka dari itu, segala potensi yang ada selain menenun juga dikembangkan oleh Pokdarwis Tenun Ikat Bandar Kidul.
“Jadi tidak hanya menenun saja yang menjadi fokus kami. Seperti contoh, anak muda disini banyak yang berpotensi untuk membuat video, kami beri mereka wadah. Salah satu hasilnya yang kami gunakan untuk mengikuti lomba,"terangnya.
Baca Juga : Kampung Animasi KEK Singhasari, Bibit Unicorn di Malang Raya
Pihaknya juga berharap nantinya akan ada warga setempat yang bisa berbahasa inggris untuk bisa menjadi guide wisatawan mancanegara. Selain itu, ke depannya ia berharap agar bisa memasang etalase di tiap depan rumah warga untuk display kain tenun ikat.
Slamet berharap, Pemkot Kediri terus dapat mendukung berupa pendampingan, bimbingan, dan pelatihan untuk mewujudkan desa wisata yang dapat menarik wisatawan mampir ke Kota Kediri.
“Adanya pembangunan tol dan bandara nanti, kami harap berpengaruh positif di sektor wisata Kota Kediri ” tutup Slamet.
