MALANGTIMES - Jalanan tercatat sebagai pembunuh manusia terbanyak selain yang diakibatkan virus dan peperangan. Setiap hari kasus kecelakaan di jalanan ditulis media di berbagai wilayah. Ada yang bertahan dalam ingatan sebagai tragedi paling mencekam, sebagian hilang di telan riuhnya kendaraan di jalanan.
Dari beberapa yang masih terpelihara dalam ingatan sampai kini, baik melalui berbagai tugu peringatan maupun dari mulut ke mulut. Kasus kecelakaan di darat yang memakan puluhan korban terbanyak ada di wilayah Kabupaten Malang.
Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus
Wilayah jalanan mana saja yang membuat kecelakaan tersebut diingat sampai saat ini? MalangTIMES menyajikannya untuk anda. Sebagai pengingat, bahwa kecelakaan di darat bukan hanya keteledoran manusia saat berkendaraan. Tapi juga dipengaruhi juga dengan infrastruktur jalanan yang ada.
Tahun 1985 tepatnya tanggal 21 November, kasus kecelakaan yang terjadi di Jembatan Metro, Kepanjen, sampai saat ini masih diingat sebagai tragedi paling mencekam. Ketika itu, sebuah truk proyek yang mengangkut 80 orang terjun bebas ke Sungai Metro. Akibatnya 49 orang meninggal di tempat saat terjadi kecelakaan tersebut.
Dari beberapa data yang ada, kecelakaan maut tersebut dipengaruhi kondisi truk yang ditutup dengan terpal. Ekor truk saat kejadian juga langsung menghadap ke hulu sungai atau arah datangnya aliran sungai yang saat itu sedang deras-derasnya di musim penghujan.
Untuk mengenang kecelakaan tragis tersebut, dibangunlah sebuah monumen penanda di samping jembatan lengkap dengan nama korban. Tugu berbentuk empat buah bangunan menyerupai layang-layang yang saling mengapit papan nama dan berisi nama-nama korban kecelakaan ini dinamakan Tugu Metro.
Kejadian lain adalah tragedi Situbondo yang tercatat sebagai kecelakaan darat paling memilukan di Indonesia. Terjadi tanggal 8 Oktober 2003, tragedi Situbondo merenggut korban sebanyak 48 orang.
Mayoritas korban adalah siswa SMK I Yapemda, Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta yang berada dalam perjalanan pulang study tour ke Bali.
Tragedi Situbondo. 48 penumpang mayoritas pelajar meninggal dalam kebakaran bus (kaskus.co. id)
Tabrakan terjadi ketika bus AO Transport melintas di Jalan Raya Banyublugur. Dari arah berlawanan mendadak muncul sebuah truk kontainer yang melaju kencang. Terlalu kencang, supir tidak bisa mengendalikan truknya. Sehingga truk melintang ke bahu jalan. Saat kejadian, sopir bus berusaha menghindar. Namun, dari arah belakang sebuah truk box bermuatan mangga menghantam badan bus. Tabrakan tak bisa dihindarkan. Benturan keras langsung membuat bus terbakar.
Naasnya, saat akan terjadi kecelakaan, para murid yang akan menyelamatkan diri ke bagian belakang, pintu terkunci. Sementara pintu depan kiri macet tergencet kepala kontainer.
Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya
Tahun 1995, kecelakaan tragis juga terjadi dan membuat hampir seluruh penumpang bus Kramat Djati tewas. Dari total 39 penumpang, 31 meninggal terbakar dalam bus di ruas jalan Tol Jagorawi.
Kecelakaan tragis bermula saat bus mencoba menyalip kendaraab lain dari lajur kiri yang merupakan area berhenti kendaraan darurat. Saat menyalip itulah ada mobil yang sedang mogok. Akibatnya, tiga penumpang mobil itu tewas seketika ditabruk bus. Yang paling mengerikan, tabrakan itu membuat bus terbakar dan membakar sebagian besar penumpangnya.
Di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 10 Februari 2012 sekitar pukul 19.00 WIB. Bus Karunia Bakti mengalami tubrukan yang mengakibatkan 14 orang meninggal dunia.
Kecelakaan karena rem blong dan akhirnya menabrak bus lain yang datang dari arah berlawanan. Tabrakan tidak berhenti di sana, bus Karunia Bakti terus meluncur dan menabrak sebuah vila dan akhirnya nyungsep di sungai.
Ditahun 2009, PO Yanti Group masuk jurang dan mengakibatkan 12 penumpangnya meninggal dunia dari total 35 penumpang. Kecelakaan bermula saat bus akan mendahului truk di jalur kanan. Ternyata dari arah berlawanan ada kendaraan lain, bus tak sempat mengerem dan langsung meluncur ke jurang. (*)
