Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Larisnya Empon-Empon di Tulungagung Saat PPKM Darurat, Ini Kegunaanya..

Penulis : Anang Basso - Editor : A Yahya

25 - Jul - 2021, 18:28

Placeholder
Empon-empon, jahe dan kunyit / Ilustrasi / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Empon-empon bahan membuat jamu dan jeruk nipis menjadi komoditas banyak dicari selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) darurat  dan level 4 di Tulungagung.

Menurut keterangan Suryono, supplier empon-empon di beberapa pedagang pasar dan warung, kebutuhan empon-empon meningkat cukup signifikan selama sebulan terakhir.

Baca Juga : Hari Terakhir PPKM Berlevel, Townhouse The Kalindra Banjir Bonus

"Jahe, kunyit dan sere banyak dicari, jika sebelumnya satu pikap habis seminggu, kini saya harus mendatangkan satu truk," kata Suryono.

Kebutuhan empon-empon ini ia ambil dari berbagai daerah di Jawa Timur. Misalnya, untuk jahe dan kunyit ia ambil dari Slahung Ponorogo. Sedangkan jeruk nipis ia datangkan dari Gresik dan sere ia datangkan dari wilayah Jawa Tengah.

"Komoditas ini bisa barter (tukar) dengan pedagang grosir lainnya," ujarnya.

Selain permintaan yang naik, harga empon-empon disebutkan Suryono juga mengalami kenaikan.

"Harganya naik, tapi fluktuatif. Tidak serta merta naiknya mendadak, bukan. Masih terjangkau," ungkapnya.

Seperti jeruk nipis, Suryono menceritakan jika sebelumnya harga per kilo hanya sekitar 3-6 ribu. Kini, setelah mengalami kenaikan sedikit-demi sedikit menjadi 12 ribuan.

Empon-empon di masa pandemi sering dijual paketan. Misalnya, kunyit, jahe dan sere dijual satu plastik dengan tambahan kapulaga, kayu manis dan secang. 

Baca Juga : Ini Dia Penyedia Fixed Broadband Internet dan Provider Seluler Tercepat di Indonesia

"Diecer satu paket, sekarang tren minuman wedang secang dan jeruk panas buat imun. Jadi selain masih segar, penjualannya bisa dikeringkan dahulu," jelasnya. 

Seperti diketahui, wedang secang terbuat dari serutan kayu secang dicampur dengan berbagai rempah seperti jahe. Wedang secang biasanya disajikan hangat untuk dinikmati kala cuaca dingin.

Saat Pandemi ini, sajian itu dipercaya memiliki beragam khasiat misalnya menambah stamina, mengurangi pegal linu, dan menjaga daya tahan tubuh.

Cita rasa wedang secang perpaduan antara manis karena ditambah gula dan pedas dari jahe, membuat tubuh merasa hangat.


Topik

Ekonomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

A Yahya