Patung kepala Lenin di galeri pameran Zitadelle, Jerman (foto: Iwa Sobara for MalangTIMES)
Patung kepala Lenin di galeri pameran Zitadelle, Jerman (foto: Iwa Sobara for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mungkin di Indonesia tidak banyak yang mengenal tokoh yang bernama Vladimir Ilyich Ulyanov. Tetapi, jika disebut nama Lenin, orang akan mengaitkannya dengan pelajaran sejarah ketika di bangku sekolah.

Ya, Lenin merupakan seorang negarawan revolusioner Uni Sovyet (sekarang Rusia) kenamaan selain Karl Marx. Kedua tokoh tersebut identik dengan ideologi komunis dan Marxisme-Leninisme yang masih tabu untuk dibicarakan di negara kita.

Lenin meninggal pada tahun 1924. Namun teori Marxis-nya memiliki pengaruh yang menentukan pada negara Jerman Timur, saat Jerman terpecah menjadi dua negara. Ideologi Marxisme-Leninisme adalah doktrin Marxis yang dikembangkan oleh Lenin dan menjadi mata kuliah wajib di perguruan tinggi yang harus dipelajari oleh mahasiswa di Jerman Timur saat itu. 

Maka muncul institut yang bernama “Marxisme-Leninisme” yang khusus diciptakan untuk menegakkan negara Jerman Timur yang berhaluan kiri. Prinsip kepemimpinan dan organisasi "sentralisme demokratik" tersebut dikembangkan oleh Lenin.

Hal serupa berawal dan berkembang di bekas negara Uni Soviet yang merupakan "big brother“ bagi Jerman Timur kala itu dan tentu saja negara-negara Eropa Timur lainnya yang mempunyai ideologi serupa.

Terlepas dari ideologi tersebut, dalam tulisan ini saya hanya ingin mengangkat sebuah tempat di Jerman yang menyimpan sejarah mengenai tokoh Lenin. Tempat tersebut bernama Zitadelle yang berlokasi di Spandau, Berlin, Jerman. 

Zitadelle (Citadel) merupakan salah satu benteng terpenting dan terpelihara terbaik saat berlangsungnya era Renaissance di Eropa. Benteng ini dibangun pada abad pertengahan yaitu sekitar tahun 1559-1594 dan terletak di timur laut kota Spandau di seberang Sungai Havel.

Sejarah panjang Jerman yang membagi negara tersebut menjadi dua bagian pada tahun 1989 terputus. Jerman Barat dan Jerman Timur kembali bersatu. Kota Berlin yang kala itu terbagi menjadi dua bagian pun kembali menjadi satu Berlin.

Saat Berlin kembali bersatu, monumen terbesar simbol Jerman Timur saat itu hilang. Simbol tersebut adalah patung Lenin. Patung itu memiliki tinggi 19 meter dan terbuat dari batu granit yang berasal dari Ukraina.

Patung Lenin tersebut dulu terletak dengan gagah di salah satu bagian kota Berlin, yaitu di Friedrichshain, tepatnya di Leninplatz yang sekarang telah berubah menjadi kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Patung Lenin sendiri selesai dibuat di bawah arahan pematung Uni Sovyet bernama Nikolai Tomski pada tahun 1970, beberapa hari sebelum ulang tahun ke-100 Lenin.

Saat Jerman bersatu, patung tersebut dihancurkan dan kepala Lenin terkubur selama 24 tahun di hutan Köpenick. Sekarang Lenin sudah kembali. Kepalanya kini beristirahat dalam sebuah tempat pameran di Zitadelle. 

Di galeri pameran Zitadelle, elain terdapat patung kepala Lenin, juga ada puluhan skulptur lainnya yang merupakan monumen di seluruh Jerman. (*)

Penulis: Iwa Sobara (mahasiswa S3 di Jurusan Languange and Communication di Technische Universität Berlin, Jerman)
Instagram: @iwasobara