Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Tujuh Bandara Peninggalan Kolonial Belanda, Ternyata Bandara Lanud Abdulrachman Saleh Jadi Strategi Perang

Penulis : Imam Syafii - Editor : Lazuardi Firdaus

22 - Jan - 2018, 18:57

Placeholder
Bandara Abdulrachman Saleh Malang berdiri sejak masa kolonial Belanda. (foto : google image)

MALANGTIMES - Bandar Udara (bandara) merupakan tempat di mana pesawat udara dan helikopter dapat lepas landas dan mendarat. Nah, di Indonesia memiliki banyak bandara mulai dari bandara yang pertama kali dibangun pada zaman Belanda. 

Berikut MalangTIMES mengurutkan tujuh bandara pertama yang dibangun di Indonesia oleh pemerintah kolonial Belanda, di Kabupaten Malang juga memiliki Bandara Abdulrachman Saleh yang sudah berdiri tahun berapa ya?

1. Lapangan Terbang Kalidjati, Subang 

Lapangan Terbang Kalidjati, Subang dibangun pada 1914. (foto : goggle image)

Lapangan terbang ini dibangun pada 1914. Lapangan terbang ini sengaja dibangun tidak jauh dari Batavia agar mudah dipakai saat diperlukan. Lokasinya yang berada di pedalaman membuatnya terlindungi lapangan terbang ini menjadi tempat penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang pada 8 Maret 1942 

2. Lapangan Terbang Darmo, Surabaya.

Lapangan Terbang Darmo, Surabaya dibangun 1920. (foto : google image)

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Lapangan terbang ini terletak di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya. Saat ini bekas lokasi lapangan terbang menjadi Komplek Makodam V Brawijaya.

Lokasi landasan pacu lapangan terbang yang dibangun pada 1920 itu kini menjadi Jalan Raden Wijaya.

3. Lapangan Terbang Andir, Bandung.

Lapangan Terbang Andir, Bandung diresmikan pada 1921. (foto : google image)

Sebelum membangun lapangan terbang Andir, Belanda terlebih dahulu membangun lapangan terbang di Sukamiskin dan sempat diresmikan pada 1921. Namun karena struktur tanahnya yang lembek membuat penjajah membangun kembali di Andir.

Lapangan terbang ini menjadi cikal bakal bandara Husein Sastranegara. Lapangan terbang ini dibangun dengan sederhana berupa tanah lapang yang diperkeras dengan aspal.

4. Lapangan Terbang Tjililitan, Batavia (Jakarta).

Lapangan Terbang Tjililitan, Batavia (Jakarta) dibangun pada 1924. (foto : google image)

Bandara ini berdiri pada Perang Dunia I, Belanda menganggap penting membangun lapangan terbang di Batavia. Lapangan terbang ini dibangun selesai dibangun pada 1924. 

Lapangan terbang ini dijadikan tempat latihan terbang pesawat Fokker buatan Belanda untuk Kawasan Asia Pasifik. Ini merupakan cikal bakal Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

5. Bandar Udara Ngurah Rai yang berada di Tuban, Bali Selatan dibangun tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats (semacam Departemen Pekerjaan Umum). 

Bandar Udara Ngurah Rai dibangun pada 1930. (foto : google image)

Landas pacu berupa airstrip sepanjang 700 M dari rumput di tengah ladang dan pekuburan di Desa Tuban. Karena lokasinya berada di Desa Tuban, masyarakat sekitar menamakan airstrip ini sebagai Pelabuhan Udara Tuban. 

Tahun 1935 sudah dilengkapi dengan peralatan telegraph dan KNILM (Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaar Maatschappij) atau Royal Netherlands Indies Airways mendarat secara rutin di South Bali, yang merupakan nama lain dari Pelabuhan Udara Tuban.

6. Lapangan Terbang Kemayoran, Batavia (Jakarta).

Lapangan Terbang Kemayoran, Batavia (Jakarta) dibangun pada 1934. (foto : google image)

Bandara Ini merupakan lapangan terbang internasional pertama yang ada di Batavia. Lapangan yang dibangun pada 1934 ini diresmikan pada 8 Juli 1940. Lapangan terbang ini terbilang modern saat itu dengan kapasitas besar dan fasilitas lengkap.

7. Bandara Abdulrachman Saleh. 

Bandara Lanud Abdulrachman Saleh dibangun pada 1937 hingga 1940. (foto : google image)

Pangkalan udara (Lanud) Bugis yang kini dikenal dengan nama Lanud Abdulrachman Saleh di Pakis, Kabupaten Malang dibangun oleh pemerintahan Belanda pada era 1937-1940. Bandara Lanud Abdulrachman Saleh berada di lembah Bromo dan dikelilingi Gunung Semeru, Gunung Arjuno  Gunung Kawi, Gunung Panderman.

Posisi Pangkalan Udara Abdulrahman Saleh begitu aman karena dikelilingi oleh benteng alam dan berada di kaki gunung, ini menyebabkan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh tidak tampak begitu jelas di udara, sehingga jika ada pesawat musuh melewati jalur udara di atasnya Pangkalan Udara ini akan tertutup oleh kabut. Ini merupakan posisi yang sangat strategis untuk pertahanan militer.

Dari beberapa bandara tertua di Indonesia ternyata Bandara Abdulrachman Saleh Malang berdiri pada tahun 1937 hingga 1940 pada masa kolonial Belanda.


Topik

Peristiwa Bandara-Peninggalan-Kolonial-Belanda Lanud-Abdulrachman-Saleh bandar-udara-malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Lazuardi Firdaus