MALANGTIMES- Pada awal tahun 2018 ini, Kota Malang beberapa kali diterpa hujan deras disertai angin kencang. Hal tersebut membuat sejumlah lokasi mengalami longsor dan banjir. Salah satu lokasi longsor pada Minggu (21/1/2018) hari ini adalah didaerah Klayatan Gang II.
Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
Mendengar kabar tersebut Bakal Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya'qud Ananda Gudban bersama dengan tokoh masyarakat setempat langsung bergerak meninjau lokasi longsor di kawasan tersebut.
Keluhan dan masukan dari masyarakat banyak didengarkan oleh politisi asal Partai Hanura tersebut. Salah satunya yaitu perihal bantuan kepada korban longsor.
Melihat kejadian tersebut melalui jembatan penghubung, Nanda Gudban (sapaan akrab Dr. Ya'qud Ananda Gudban) merasa cukup prihatin dengan kondisi korban longsor yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai kalangan termasuk pemerintah.
"Saya mengajak pemerintah untuk lebih peduli kepada para korban longsor seperti ini," kata Nanda Gudban.
Lebih lanjut, Nanda mengatakan bahwa korban longsor tersebut perlu mendapat perhatian lebih, utamanya terkait untuk biaya hidup dan sarana pengungsian yang baik dan layak jika kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati.
"Karenanya, menurut saya penangannya harus menyeluruh dari perbaikan, bantuan dan logistik yang lengkap harus disediakan dan difasilitasi oleh pemerintah," ujarnya.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19
Untuk itu, Nanda juga berpesan kepada masyarakat Kota Malang agar senantiasa berhati-hati saat cuaca ekstrim yang melanda akhir-akhir ini.
"Banjir, pohon tumbang, longsor masih menjadi berita yang sering kita dengar pada musim seperti ini. Karena itu ke depan kita perlu menata ini dengan baik agar permasalahan ini bisa diatasi dengan baik," tukasnya.
Untuk penyelesaian masalah bencana alam, menurut Nanda harus ada sinergitas dan kerjasama antar pemerintah, masyarakat dan stake holder lain sehingga dapat ditangani dengan baik.
"Sesuai dengan jargon yang saya dan Pak Wanedi usung adalah Ayo Noto Malang adalah mengajak seluruh komponen masyarakat untuk aktif dalam pembangunan," pungkasnya.
