Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Empat Suku di Dunia Hidup di Atas Awan Pegunungan, di Malang Salah Satunya

Penulis : Imam Syafii - Editor : Heryanto

03 - Jan - 2018, 03:16

Placeholder
Empat suku di dunia yang hidup di atas pegunungan. Salah satunya adalah Suku Tengger yang berada di Gunung Bromo. (foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Banyak suku-suku di dunia yang hidup di atas pegunungan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.

Nah, MalangTIMES merangkum empat suku di dunia yang hidup di atas awan pegunungan dengan adat istiadat yang berbeda. Salah satunya ditemukan di wilayah Malang.

1. Suku Gaddi Himalaya

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Pegunungan Himalaya menyimpan banyak cerita. Salah satunya adalah Suku Gaddi di Desa Bara Bangal yang berada di ketinggian 4.800 mdpl dan dikelilingi pegunungan salju.

Kehodupan suku ini diapit dua puncak yang tinggi yakni Kalihani setinggi 4.800 mdpl dan Thamsar Passes setinggi 4.766 mdpl. Ketinggian yang bukan main-main, hampir separo dari tinggi Puncak Everest, puncak tertinggi di dunia dengan tinggi 8.448 mdpl.

Penduduk suku Gaddi penganut agama Hindu. Suku ini juga masih memegang tradisi, salah satunya hidup nomaden alias berpindah-pindah.

Mereka mencari lahan yang landai dan cocok untuk menjadi menjadi tempat tinggal. Ada lagi yang bilang, mereka mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi karena kerap terkena banjir dan longsoran salju.

Warga suku ini sehari-hari berternak kambing. Mereka memeras susu dan memakan dagingnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Suku Gaddi mendirikan rumah dari kayu dan batu. Khusus para lelaki, mereka juga sering menjadi pemandu para pendaki yang mau menjelajahi Himalaya.

2. Suku Hunza

Suku ini hidup di Lembah Hunza, sebelah utara Pakistan. Masyarakat Hunza hidup hingga usia 120 sampai 140 tahun dengan tekanan darah normal, keadaan kolesterol baik, dan tetap melakukan aktivitas fisik. 

Suku Hunza menempati wilayah dengan ketinggian 2.438 meter di kaki Pegunungan Himalaya Wilayah Qashmir India. Usia mereka rata-rata mencapai 145 Tahun.

Dalam usia 80 tahun mereka sebanding dengan orang Indonesia yang berusia 40 tahun. Dalam usia tersebut mereka masih melakukan segala aktivitas, baik berladang, bertani dan berolahraga. 

3. Suku Etnis Tibet

Baca Juga : Peduli Warga Daerah Pinggiran Terdampak Covid-19, MHI Kota Malang Salurkan Bantuan

Mereka hidup di ketinggian 2.000 - 4.400 mdpl, berlindung di bawah rumah-rumah kayu dan bersahabat dengan udara yang menusuk kulit.

Selama ribuan tahun, sekelompok masyarakat terisolasi di lereng gunung-gunung es. Komplek Pegunungan Himalaya yang terkenal ganas justru dijadikannya tempat bernaung. 

Sekarang, populasi mereka sekitar 5-6 juta jiwa. Mayoritas tinggal di Tibet, Provinsi Otonom China. Selain itu, etnis ini juga mendiami Greater Tibet yang mencakup Bhutan, Sikkim, juga Nepal dan India bagian utara. Di wilayah RRC, mereka menduduki Provinsi Gansu, Qinghai, Sichuan, dan Yunnan.

Acara Bathing Festival misalnya, dilakukan tiga kali seumur hidup dan berlaku bagi tiap orang. Tiga momen tersebut adalah kelahiran, pernikahan, dan kematian.

Ritual ini dilakukan untuk menyucikan kembali jiwa dan raga. Terlebih lagi, karena udaranya yang dingin, masyarakat Tibet memang tak harus mandi tiap hari.

4. Suku Tengger

Suku ini menempati kawasan Gunung Bromo-Tengger-Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.

Suku yang berada di ketinggian sekitar 2000 Mdpl ini memiliki adat istiadat Upacara Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. 

Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh).

Upacara adat lain yang diamalkan masyarakat Tengger adalah unan-unan, leliwet dan entas-entas.


Topik

Peristiwa Suku-Suku-di-Dunia Hidup-di-Atas-Awan-Pegunungan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Heryanto