MALANGTIMES - Prediksi demi prediksi tren tahun 2018 mulai muncul. Kali ini datang dari desainer muda asal Malang Rr Indira Larasati.
Perancang mode pemilik label Karminrose Atelier itu berpendapat gaya anak muda di tahun mendatang bakal lebih banyak didominasi stret style ala Negeri Sakura Jepang.
Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19
Dari pengamatan Indira, gaya Japanesse Style ini akan banyak mendominasi di tahun 2018 mendatang. "Sebetulnya aku melihat ini sekilas saja karena anak muda sekarang banyak kenakan pakaian gaya street style. Dan mungkin tahun depan akan lebih banyak gaya street style model anak muda di Jepang gitu," tutur dia pada MalangTIMES, Kamis (21/12/2017).
Fashion street style ala Jepang memang jadi tren tersendiri di jagad dunia mode. Pada helatan Tokyo Fashion Week, selalu muncul gaya-gaya unik nan menarik dari para fashionista Jepang. Ajang fashion yang dihelat tiap tahun itu selalu mengundang decak kagum lantaran foto-foto gaya berbusana anak muda Jepang yang tak biasa.
Peradaban mode di negeri itu lebih dikenal dengan anak muda bergaya street style. Istilah fashion untuk gaya street style mereka ialah Harajuku Style.
Harajuku sendiri ialah nama sebuah area distrik di Tokyo, Jepang. Letaknya berada di antara Shibuya, Aoyama, dan Shinjuku. Sejak tahun 1960-an, Harajuku telah menjadi pusat fashion di Jepang. Area tersebut terkenal akan banyaknya toko-toko yang menjual pakaian, tas, alat make-up, dan aksesoris.
Meski street style ala Jepang dianggap Indira akan booming tahun mendatang, nampaknya hal tersebut tak bakal banyak berlaku pada anak muda di Malang.
Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?
Sebab perancang mode senior Indonesia Hermina Andreyani berpendapat anak muda Malang belum berani banyak bereskperimen dengan gaya berpakaian.
"Orang Malang itu suka yang simpel aja. Enggak berani tampil dengan gaya yang aneh-aneh malah. Dan kalau saya lihat tren yang mereka ikuti ya yang sudah ada tapi lebih sederhana lagi. Kalau di Jakarta tren apa belum tentu mereka ikuti, asal itu simpel saya rasa anak muda Malang bakal ikuti," komentar desainer yang tinggal di kawasan Sulfat Kota Malang ini. (*)
