Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (tengah) saat membuka acara Rakor PPNS di Ruang Eksekutif Mapolres Malang, Jumat (22/09) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (tengah) saat membuka acara Rakor PPNS di Ruang Eksekutif Mapolres Malang, Jumat (22/09) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pemerintahan Kabupaten Malang sebagai bagian dalam penegakan pemerintahan yang bersih dan baik (good and clean goverment), terus dikuatkan. Karena itulah peran ini perlu dioptimalkan.

Untuk mengoptimalkannya, Polres Malang menginisiasi penguatan PPNS di Ruang Eksekutif Mapolres Malang, Jumat (22/09) . Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan koordinasi antara PPNS dengan penyidik Polri. Selain juga sebagai bentuk sinergitas dari Polres Malang dalam upaya meningkatkan profesionalitas penyidik dari PNS dan kepolisian.

"Karena, tidak semua kasus pidana bisa disidik secara langsung oleh para penyidik Polri. Ada tindakan-tindakan pidana khusus yang secara regulasi adalah ranah kewenangan PPNS dan tidak biasa ditangani kepolisian," kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Jumat (22/09).

Misalnya, tentang lalulintas dan jalan raya. Atau masalah kehutanan maupun bea cukai yang memberikan kewenangan penyidikan sesuai regulasinya kepada PPNS.

Regulasi pidana yang sifatnya khusus inilah, yang meniscayakan para PPNS untuk terus mengoptimalkan berbagai sumber dayanya yang ada. Dalam menghasilkan sebuah proses penyidikan yang efektif, efisien dan berhasil maksimal sesuai dengan regulasi-regulasi yang ada.

Kapolres Malang Ujung menegaskan dengan berbagai modus operandi tindak pidana yang kian canggih, terstruktur dan semakin licin inilah kegiatan Rakor PPNS bersama kepolisian menemukan urgensinya.

"Tapi, tentunya hubungan ini sifatnya fungsional. Bukan hirarkis seperti atasan dan bawahan. Koordinasi, pembinaan adalah bagian dari hubungan fungsional penyidik ini," terang Ujung.

Kapolres Malang juga menyatakan institusi kepolisian yang bisa terbilang lebih duluan secara sejarah dalam dunia penyidikan, selalu siap untuk bekerjasama dengan PPNS.

Selain koordinasi, Polres Malang juga membuka peluang besar kepada PPNS baik dari Bea Cukai, TNBTS, Perhutani, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan dan penyidik di lini pemerintahan, apabila memerlukan bantuan dalam hal penyidikan suatu kasus khusus.

"Kita terbuka untuk melakukan pembinaan teknis, bantuan penyidikan, misalnya tentang identifikasi maupun pencarian orang atau pelaku," ujar Ujung.

Bahkan apabila PPNS juga memerlukan bantuan taktis  berupa alat-alat penyidikan sampai pada gelar perkara, Polres Malang siap untuk ikut serta dalam memberikan bantuannya.