Film garapan sutradara Garin Nugroho "Kucumbu Tubuh Indahku" serupa perjalanan hidup yang tak hanya hitam putih. Tapi, penuh dengan warna, liuk lekuk, keterseokan serta kontroversi yang kerap dihindari para sineas, khususnya produser film. Dikarenakan bisa membuat karya film anjlok secara industri atau merugi secara finansial.
Hal itu pula yang membuat Kucumbu Tubuh Indahku yang mengangkat tema sensitif yaitu LGBT, perjalannya terbilang terjal. Berbagai penolakan atau boikot atas film terjadi sepanjang film yang di kancah internasional mendulang berbagai prestasi. Bahkan berbagai kepala daerah secara resmi melayangkan surat edaran melarang tayangan film itu.
Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat. Adalah contoh bahwa garapan Garin dalam Kucumbu Tubuh Indahku serupa "musuh" yang harus dilawan atau dikerangkeng keberadaannya.
Tak kalah, di dunia maya pun penolakan atas film tersebut begitu ramai. Warganet membuat dan menandatangani petisi lewat laman Change.org dengan judul "Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul "Kucumbu Tubuh Indahku".
Tapi, berbagai rintangan dan penolakan itu ternyata tak mampu membendung karya Garin. Selain moncer di perfilman Internasional, seperti menjadi pemenang di Asia Pasific Screen Awards dan Festival Des 3 Continents Nantes 2018. Ternyata Kucumbu Tubuh Indahku pun masuk dalam 12 nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2019.
Tak hanya jadi nominasi, tapi juga mendominasi piala Citra 2019 dengan menyabet sebanyak 8 piala. Yakni, Penata Musik Terbaik (Ramondo Gascaro), Penata Busana Terbaik (Retno Ratih Damayanti), Pengarah Artistik Terbaik (Edy Wibowo), Penyunting Gambar (Greg Arya),Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Whani Dharmawan), Sutradara Terbaik (Garin Nugroho) dan Pemeran Utama Pria Terbaik (Muhammad Khan).
irfanbleh_ :"Gila gila gila. Selamat atas Kucumbu Tubuh Indahku yang udah borong banyak piala. Kebebasan berkarya adalah hak segala bangsa," cuitnya memberikan apresiasi kepada film yang sampai saat ini pun masih diramaikan dengan nada penolakan di media sosial.
Akun @wokanyasha pun mencuitkan, "Kritik dan Boikot tidak menghentikan film ini untuk terus maju dan membuktikan kemegahan sinematiknya. Menangnya KUCUMBU TUBUH INDAHKU harusnya membuktikan para pembuat karya seni bisa lebih bebas berkarya dan menyebarluaskannya tanpa takut," ujarnya.
Seperti di tuliskan, Kucumbu Tubuh Indahku mengundang kontroversi dan dianggap sebagai karya yang menyuarakan LGBT yang diperankan oleh sosok Juno (Muhammad Khan) yang merupakan Lengger Lanang (sebutan untuk penari laki-laki yang menarikan tarian perempuan).
Walau Garin sebetulnya ingin berbicara tentang hal yang mendasar dalam hidup, yaitu tentang kuasa tubuh manusia. Lewat Juno yang sejak kecil mengalami trauma berat dan akhirnya berkuasa atas tubuhnya sendiri. Garin memaparkan dengan indah melalui filmnya pergulatan tubuh penuh konflik-traumatik. Di tengah lingkungan yang konservatif, adat masyarakat yang keras, kemiskinan, hingga elit politik yang bebalnya luar biasa.
Tapi, seperti yang disampaikan Garin saat menyikapi pemutaran filmnya yang di gruduk ormas di Bandar Lampung, bahwa pemerintah kembali dipermalukan dengan peristiwa itu.
"Pemerintah enggak niat soal radikalisme, itu cuma jargon politik yang dijual-jual aja kok," ucap Garin seperti dikutip kompas.com di bulan November 2019 lalu.
Tapi, sudut pandang yang menolak film itu tetap disuarakan, walaupun secara karya Kucumbu Tubuh Indahku, telah diapresiasi begitu tinggi dengan Raihan 8 piala Citra 2019 serta berbagai penghargaan internasional lainnya. Bahkan film Garin ini juga masuk nominasi Oscar 2020.
"Kucumbu Tubuh Indahku ?? Tren sekaligus film terdungu yg pernah ada .. SAMPAH," cuit @bittzone.
Atau dari akun @Mhats16 yang menukiskan, "Kucumbu Tubuh Indahku" Apa lagi ini jadi trend...Jadi trend tuh harusnya indonesia di sea games peringkat 2 ni.." cuitnya.
Akun lain bahkan berdebat panas dengan warganet lainnya. Seperti yang dialami @DavFar17 yang menuliskan, bahwa yang memilih film Kucumbu Tubuh Indahmu adalah orang go****. Serta menuliskan, "Film itu pengaruhnya ke internasional Broo,, negara muslim terbanyak nggak boleh ikut mempromosikan konten film tersebut Mending pilih yg lain deh.." cuitnya yang mendapat respon banyak warganet lainnya.
Lepas dari itu semua, film Garin ini telah membuktikan dirinya sebagai sebuah karya seni yang mendulang apresiasi tinggi di tengah berbagai boikot, larangan sampai petisi di media sosial. Sebagai karya seni pula, seperti kata akun @ibenk_procefa, "Untuk itu segala bentuk penjajahan dan penghakiman massal untuk seluruh karya seni di indonesia harus dihapuskan!". mari merayakan kebebasan berkarya kebebasan bersinema untuk indonesia #PialaCitra2019," cuitnya.
