MALANGTIMES - Setiap tahun tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari lahir Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka).
Tahun 1961 silam, dikutip dari berbagai sumber, Presiden Soekarno secara resmi memperkenalkan Gerakan Pramuka melalui Keppres Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari lahir Pramuka Indonesia.
Baca Juga : Bagaimana Hukum PHK Karyawan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Sebagaimana diketahui, warna kebesaran Pramuka ialah coklat. Diolah dari berbagai sumber, seragam pramuka telah menjadi perbincangan dua tokoh besar yakni Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Ir. Soekarno ditemani ajudannya, H. Mutahar.
Mulanya, Mutahar mengingatkan kejadian sewaktu Presiden Soekarno dan Sri Sultan berdiri di atas jembatan sebuah sungai dan memperhatikan para pandu yang menjadi relawan.
Seragam yang mereka kenakan beraneka warna. Tetapi karena kotor oleh air sungai, warna seragam mereka berubah menjadi cokelat muda.
Ia lantas mengusulkan seragam Pramuka menggunakan warna coklat muda. Presiden Soekarno pun menyetujui ide tersebut.
Agar serasi, warna celana Pramuka dipilih warna coklat tua. Filosofi air dan tanah itulah yang ada dalam seragam Pramuka Indonesia.
Baca Juga : Dua Mayat Pria dan Wanita Telanjang Gegerkan Warga Solo, Ini Temuan Sementara Polisi
Hal tersebut juga disebutkan dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka. Pada bab I pasal 5 ayat b tertulis:
"Warna Pakaian Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih dari salah satu warna yang banyak dipakai oleh para pejuang kita di masa perang kemerdekaan (1945-1949)". (*)
