Life begin at 40. Begitulah istilah yang populer untuk menunjukan seseorang sejatinya mulai hidup di umur 40 tahun. Jika istilah itu benar, sejatinya Halim Sanjaya ‘belumlah memulai hidup-nya’. Ya, umurnya baru 37 tahun, tapi kini dia sudah menjadi ’pengusaha properti’ di Malang,. Berikut reportase tentang kiprah Halim Sanjaya._
Badannya tinggi semampai, jalannya tegap, rambutnya klimis, dan cukup energik. Begitu sekilas jika bertemu dengan Halim Sanjaya. Jika berbicara tertata, sesekali dia memainkan tangannya untuk menjelaskan sesuatu kepada si lawan bicara. Sikap itu, bisa saja menunjukan kalau Halim Sanjaya adalah seorang yang visioner.
Ya, di usianya 37 tahun, dia sudah mengembangkan tiga project properti. Pada tiga project-nya itu, sulit untuk tidak menyebutnya berhasil. Project ketiga yang kini sedang dia garap adalah perumahan Green Stone, sebuah perumahan tahap pertama seluas 10 hektare.
Perumahan ini menjadi penting bagi Halim, karena perumahan ini adalah impian dan cita cita yang ingin di capai sebagai langkah awal untuk membuat kampung halamanya menjadi maju lokasinya berada di desa Tegalgondo, Karangploso, Kabupaten Malang. Desa ini adalah kampung kelahiran Halim. Perumahan tersebut, hanya 500 meter dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Karena dinilai berhasil mengembangkan kampung halamannya itulah, Halim pada bulan Juli dan Agustus ini diganjar dua penghargaan nasional sekaligus.
Pertama, adalah Indonesia 50 Best Companies Award 2019 di Mercure Hotel Grand Mirama, Surabaya, 19 Juli lalu.
Penghargaan ini diberikan kepada PT Notojoyo Nusantara di bawah holding halim sanjaya group sebagai perusahaan yang menaungi Green Stone, dan kepada Halim Sanjaya sebagai owner green stone. Halim meraih penghargaan untuk kategori The Most Trusted In Service Excellent Of The Year.
Sedangkan yang terbaru adalah dia meraih penghargaan pada ajang The Most Trusted Award in Indonesia yang digelar 2 Agustus alu di Hotel Grand Aston Yogjakarta.
Dalam acara yang digelar oleh 75Sky Media dan Majalah IM Indonesia didukung oleh Center For Achievment Development Program ini, PT Notojoyo Nusantara mendapatkan penghargaan sebagai ’Merek Bisnis Terpercaya dalam Bidang Developer & General Contractor’
”Dengan dua penghargaan ini menjadi motivasi saya dan perusahaan untuk lebih berkembang dan membuktikan bahwa putra daerah bisa membangun kerajaan bisnis di daerahnya, jika ada kemauan, orang bisa sukses meski mengawali semuanya dari nol,” kata Halim Sanjaya saat ditanya perihal dua penghargaan tersebut.
Dia berharap, semakin banyak anak muda yang berhasil mengembangkan kampung halamannya dengan entrepreneur yang mereka kembangkan.”Enterpreneur yang berhasil adalah yang bermanfaat, salah satunya bermanfaat untuk kampung halamannya,” imbuh alumnus Universitas Merdeka Malang (UNMER) ini.

*Sociopreneur Menjadi Prinsipnya*
Bagi Halim Sanjaya, pengusaha sukses bukanlah pengusaha yang hanya berhasil mengumpulkan uang dan asset. Tapi, pengusaha yang sukses adaah pengusaha yang memberi arti bagi lingkungannya dan berguna bagi orang lain. Karena inilah, Halim mengembangkan sociopreneur atau entrepreneur berbasis social.
Ada banyak hal yang akan dan yang sudah dilakukan Halim dalam hal Sociopreneur. Di perumahannya Green Stone misalnya, dia akan membangun yayasan pendidikan yang akan membawahi sejumlah kegiatan sosial. Pertama, yayasan ini akan menaungi Yayasan Yatim Piatu yg akan di beri nama "Masholikul Yatama" Yayasan yatim piatu ini untuk pembukaan akan di isi oleh 25 anak untuk lokasinya akan dekat dengan masjid, konsepnya ada taman bermain dan mereka akan menempati rumah 2 lantai yg akan di bangun dengan mewah, nantinya akan punya kos-kosan sendiri yang memang saya siapkan, untuk menopang operasional yayasan ini,” kata suami dari Eni Lestari. SE ini.
Yayasan yatim piatu akan berkembang dan mempunyai sistem bagus apabila mempunyai pondasi bisnis sendiri sehingga bisa menghidupi dirinya sendiri. Dengan pendapatan kos-kosan kurang lebih Rp. 30 juta/ bulan halim berharap pendapatan bulanan akan dapat mencukupi semua kebutuhan anak anak yatim.
Sedangkan untuk pengelola panti asuhan akan di bangunkan bisnis yg di kelola orang lain sebagai pendapatan bulanan.
Selanjunya, ayah dari Muhammad Billal Abqari Sanjaya dan Azzahra Hanan Sanjaya ini, di bawah yayasan ini ada sekolah dari PAUD hingga SMA.”Jadi nanti subsidi silang, anak yang kurang mampu akan digratiskan, sedangkan yang mampu tetap bayar, karena harapannya ini menjadi lembaga pendidikan yang maju,” katanya.
Perihal pendidikan yang maju, Halim ingin pendidikan difokuskan di pembentukan mental dan karakter .”Jadi integritas dan karakter yang diutamakan, karena siswa memang disiapkan menjadi pengusaha, mentalnya harus kuat, dan punya integritas,” imbuhnya.
Selain itu, di Greenstone akan di bangun Masjid bermodel Tajmahal. Masjid ini, akan berada di bawah lahan seluas 1.800 hingga 2.000 meter persegi.”Masjid ini akan menjadi pusat kegiatan baik di sekolah dan perumahan, system integrasi akan kami tekankan Pendidikan agama merupakan pondasi dasar bagi kita. Itulah kenapa sedini mungkin akan kita kenalkan" imbuhnya.
Ada juga lembaga pelatihan yang bernama Pondok Properti dan Bisnis. Pelatihan ini sudah matang, dan akan dimulai akhir bulan ini. Rencananya, Halim akan bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang.”Pelatihan pertama adalah soal zona lahan, jadi pelatihan ini akan menjawab kebutuhan orang yang punya lahan, sebaiknya diapakan sih lahannnya,” katanya. Dari lembaga pelatihan ini, Halim menargetkan akan muncul seribu developer baru.”Prinsip saya, sukseskan orang lain, kita pasti akan sukses,” imbuhnya.
Selain itu, kegiatan sosial lain yang rutin dilakukan oleh Halim adalah menyembelih hewan sapi kurban yang dibagikan di sekitar perumahnya.”Sudah empat tahun belakangan ini, Alhamdulillah rutin berkurban,” ucapnya.
Tidak hanya itu, dalam setahun, biasanya sebanyak dua kali, Halim memberi santunan kepada sekitar 300 anak yatim piatu dan dhuafa.
”Saya begitu percaya do’a anak yatim, sehingga sebisa mungkin saya berbagi kebahagiaan dengan mereka, semoga banyak pengusaha lain yang melakukan serupa, karena dengan berbagi, usaha akan menjadi lancar,” pungkasnya.(*)
