MALANGTIMES - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah alternatif terbaik bagi masyarakat desa dalam menguatkan ketahanan pangan yang terus digenjot oleh pemerintah.
Kekuatan KRPL mampu menjadi benteng pertahanan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus mewujudkan lingkungan yang hijau di pemukiman masyarakat.
Baca Juga : Bergerak Mandiri, Baitul Mal Ahad Pon Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
Berbagai kelebihan tersebut yang membuat Camat Pagelaran Ichwanul Muslimin sangat mendukung pembentukan KRPL di wilayahnya yaitu di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran.
Menurut Ichwanul, KRPL merupakan kegiatan positif yang mampu melahirkan kemandirian warga, khususnya dalam kebutuhan sayur mayur yang bisa dipenuhinya sendiri tanpa harus membeli ke pasar.
"Bahkan KRPL di Kademangan sudah mampu menyuplai kebutuhan warganya sendiri dalam masalah sayuran,"kata mantan Camat Ngantang, Kamis (13/7/2017) di rumah warga penggiat KRPL Desa Kademangan.
Dia juga menyampaikan bahwa persoalan ketahanan pangan akan terwujud kalau masyarakat berkesadaran untuk giat dalam proses penunjangnya. KRPL adalah salah satu kegiatan yang bisa menguatkan hal tersebut.
"Di sisi ekonomi juga diuntungkan. Warga di Kademangan ini setiap hari bisa menghasilkan Rp 40 ribu dari KRPL,"ujarnya kepada Malang TIMES.
Pernyataan Camat Pagelaran tersebut dibenarkan oleh Mulyani, Kepala Desa (Kades) Kademangan.
Dia menjelaskan, pembentukan KRPL di dua dusun yang dipimpinnya ini baru berjalan sekitar empat bulan. Tapi, sudah bisa menikmati hasil tanaman dalam program KRPL ini.
"Warga sudah memetik hasilnya secara ekonomi. Pun, lingkungan di dua dusun ini menjadi terlihat asri dan hijau,"ujar Mulyani.
Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah
Pembentukan KRPL di Dusun Bendil Wuni Rt 18 Rw 02 dan Dusun Krajan Rt14 Rw 02, menurut Icwanul bisa dijadikan contoh dan diduplikasi bagi desa lain yang ada di Kecamatan Pagelaran.
Dengan lahan yang tidak perlu luas, berbagai jenis sayuran bisa dibudidayakan di halaman pekarangan rumah warga. Sawi, bayam, salederi, slado, kangkung, kobis dan lainnya bisa tumbuh menghijau dan siap panen.
Adi Sucipto, Ketua Kelompok Tani Mekarsari menyampaikan setiap anggotanya dapat memanen sedikitnya 10 ikat kangkung dan jenis sayur mayur yang lain.
"Dengan pendapatan yang cukup lumayan, usaha ini bisa dikembangkan di seluruh desa",ujar Adi.
Pengembangan KRPL yang akan menjadi program Kecamatan Pagelaran ini, menurut Ngatemo, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) wilayah Kecamatan Pagelaran dan Gondanglegi dapat ditindak lanjuti di Kabupaten Malang bahkan Malang Raya.
"Selain lingkungan bersih dan menambah penghasilan juga mampu meningkatkan gizi masyarakat setempat," terang Ngatemo.
