Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sepuluh Hewan yang Sangat Mematikan jika Berkoloni

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

28 - Dec - 2018, 20:09

Placeholder
screenshot(video)

Bekerja sama atau berkoloni adalah hal sangat bagus untuk mengalahkan lawan. Begitu pula yang terjadi hewan. Jika sendirian, hewan tersebut akan terlihat enteng. Namun jika banyak, mereka akan sangat menakutkan.

Penasaran kan hewan apa saja yang memiliki kekuatan dahsyat jika sedang berkumpul? Ini ulasannya.

1. Tawon Raksasa China


Pada tahun 2013 pemerintah China mengeluarkan peringatan bahwa seluruh masyarakat harus waspada jika berjalan di kawasan lahan terbuka atau area pepohonan.

Peringatan tersebut keluar setelah sekitar 28 orang tewas karena disengat sejenis tawon raksasa. Setidaknya peringatan tawon raksasa di China pada periode 2002 hingga 2005 mencapai 715 kasus.

Tawon atau lebah memang dikenal sebagai hewan berkoloni. Cara hidup mereka yang selalu berkelompok bisa dilihat ketika membangun sarang. Dan saat menyerang, tentu saja mereka akan bersamaan.

Mungkin serangan satu lebah bisa kalian anggap enteng. Namun jika serangan tersebut berkelompok, tentu bisa saja membunuh.

2. Kepiting Merah 


Kepiting merah bisa jadi adalah hewan individual, karena mencari makan sendiri-sendiri. Namun saat bersatu, hewan ini akan sangat menakjubkan. Mereka akan berkelompok saat bermigrasi.

Mereka bermigrasi setiap tahun. Fenomena ini kadang menjadi tontonan bagi wisatawan. Apalagi jika ada bayi kepiting yang baru menetas. Mereka akan pindah ke daratan untuk tumbuh. Dan saat itu, jalanan bisa sampai tertutup karena jumlah mereka yang sangat banyak.

Begitu pula saat kepiting dewasa akan bertelur. Jumlah mereka bisa mencapai jutaan. Dan biasanya, jalanan akan ditutup agar tidak ada korban jatuh dari pihak kepiting.

3. Kelelawar Free-Tailed Meksiko


Di Texas, setiap menjelang malam di bulan Maret hingga Oktober, langit akan terlihat cukup pekat atau tidak seperti biasanya dan bulan pun tidak secerah biasanya.

Hal tersebut dikarenakan Kelelawar sedang bersatu dan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Mereka bergerombol  dan terbang di atas perkotaan.

Kelelawar Free-Tailed bisa terbang hingga 160 km di malam hari. Mereka bisa mengonsumsi makanan hingga 14 ribu kilogram serangga dalam satu malam.

Nah,  jembatan Austin, Texas, adalah rumah kelelawar Free-Tailed Meksiko. Dan jika mereka berkoloni keluar sarang, bisa menjadi pemandangan tersendiri bagi masyarakat setempat maupun wisatawan. Tapi berbahaya jika berlama-lama menyaksikannya.

4. Lalat Capung


Pernah mendengar nama Tisas Flower? Yang pasti itu bukan nama orang, melainkan nama hewan. Itu adalah hewan purba sejenis serangga atau bisa disebut lalat capung.

Mereka akan selalu berkoloni dan itu adalah sisi kehidupan mereka yang unik. Siklus kehidupannya pun sangat singkat, hanya 3 jam. Mereka akan melakukan perkawinan dan setelah itu pejantan akan mati.

Begitu pula dengan yang betina. Saat sang telur sudah menetas, mereka langsung dewasa dan saat itu juga ibu mereka akan mati.

Berkelompoknya lalat capung ada dua hal, yakni kematian masal sang pejantan atau sungainya masih terjaga karena serangga ini tidak bisa berada di tempat yang kotor.

Jika sedang berkumpul, jalanan akan penuh dengan hewan ini. Akan sangat berbahaya bagi orang yang sedang melintas.

5. Larva


Pernah lihat larva bergerak tidak? Mungkin geli ya kalau membayangkan. Tapi akan sangat menggelikan saat melihat larva ini berkumpul.

Beberapa video pernah menayangkan ribuan hingga jutaan larva sedang bergerak. Bisa dibayangkan  betapa menggelikannya?

Mereka saat berjalan bisa menumpuk dan membentuk formasi. Cara geraknya pun sama seperti cacing. Nah formasi dan pergerakan cacing ini menarik lho jika dilihat. Satu cacing kecil bisa berjalan lebih jauh karena formasi tersebut, intelegensi mereka saat itu terlihat mengagumkan.

6. Ngengat


Ngengat atau serangga kerabatnya kupu-kupu adalah hewan paling nyebelin kalau datang bersama-sama. Mereka sukanya main borongan.

Yang menyebalkan, saat berkumpul, mereka akan berkumpul di tempat yang terang. Terus biasanya akan mengerumuni lampu itu.

Lampu mau dimatikan tapi gelap. Mau tidak dimatikan, ngengatnya mengganggu. Bingung kan?

Pokoknya kalau ngengat sudah datang ramai-ramai, pasti semua area terang dijelajahi. Tidak bisa dihalau, apalagi diusir. Sebenarnya ia mengelilingi lampu, lilin atau cahaya karena mereka kira itu bulan.

Cahaya dari bulan dijadikan  orientasi mereka. Karena sekarang sudah banyak cahaya yang menyerupai bulan, jadinya ngengat bingung yang mana yang dibilang bulan.

7. Rayap 


Salah satu hewan yang berkoloni adalah rayap. Mereka cari pasangan saja pakai bergerombol. Saat mereka makan, perabotan rumah dan rumah itu sendiri akan habis dan tinggal sisa-sisanya saja.

Dan sebuah studi mengatakan bahwa rayap di  rumah-rumah di Indonesia dapat mengakibatkan kerugian hingga triliunan rupiah per tahun.

Kalau melihat rongga atau jalur seperti terowongan berwarna cokelat pada dinding rumah, itu berarti koloni rayap ada di lingkungan tersebut.

Jalur tersebut adalah tempat keluar masuknya rayap setelah menggerogoti perabotan atau sejenisnya. Maka, berhati-hati saja jika perabotan rumah kalian banyak yang berbahan dari kayu.

8. Serigala


Serigala adalah hewan yang suka bergerombol, ya meskipun tidak bergantung pada sejenisnya seperti tawon. Ketika menyerang secara berkelompok, mereka akan sangat mematikan daripada sendirian. Sebab, jika bersatu, akan terbentuk strategi cantik.

Dan selalu ada leader saat penyerangan dilakukan yang bernama alfa. Ia akan berdiri paling belakang sendiri dan disusul oleh anggota lain berurutan mulai paling kuat hingga paling lemah di depan.

Jika sendiri, serigala memang sangat mudah dikalahkan. Tapi saat berkelompok, mereka akan sangat membahayakan hewan lain ataupun manusia.

9. Ulat Bulu 


Hewan-hewan kecil memang selalu disepelekan karena bentuk mereka itu. Tapi hati-hati jika mereka sudah menyatukan kekuatan seperti ulat bulu.

Di sebuah desa di Kecamatan Ringin Arum, Kendal, warga diresahkan oleh gerombolam ulat bulu yang berkumpul di pohon yang tak jauh dari hunian warga. Nah ulat bulu tersebut sudah merambat hingga bagian pohon yang tertinggi.

Satu ulat bulu bisa ditampik dengan satu kibasan kayu. Namun kalau sudah ribuan ulat bulu berkumpul, bisa bikin geger warga sekampung. Makannya hati-hati sama yang kecil-kecil ya.

10. Semut


Ini adalah hewan yang bisa melumpuhkan gajah sekalipun mereka bersatu. Dan memang terbukti, karena alasannya adalah kerja sama. Jadi, walau kecil, semut bisa saja mematikan.

Dalam masalah kebijaksanaan, semut diibaratkan sebagai yang tertindas dan gajah adalah yang menindas. Namun cerita selalu memenangkan semut dan gajah pun menyerah.

Semut bergerombol juga mencari makan beramai-ramai. Makanya ada pepatah mengatakan bahwa jika ada gula, pasti ada koloni semut berkumpul. (*)


Topik

Peristiwa berita-malang Sepuluh-Hewan-yang-Sangat-Mematikan berkoloni



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy