Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Bukan Hanya di Indonesia, Pembakaran Bendera Tauhid di Dunia Sempat Jadi Challange di Dunia Maya

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Heryanto

24 - Oct - 2018, 03:19

Placeholder
Ilustrasi aksi pembakaran bendera ISIS (Istimewa)

Pembakaran bendera berlafalkan kalimat tauhid sejak beberapa hari terakhir membuat publik geram. Karena pembakaran tersebut dinilai sangat melecehkan umat muslim di seluruh dunia dan sangat tidak pantas dilakukan. Terlebih di Indonesia yang notabene penduduk terbesarnya adalah muslim.

Tapi jauh sebelum itu, pembakaran bendera berlafalkan Laaila ha Illalah itu bukan kali pertama terjadi. Pembakaran terhadap bendera serupa bahkan sempat menjadi challange dan trending topik di dunia maya.

Namun bukan untuk melecehkan umat muslim, pembakaran itu diklaim sebagai aksi penolakan aksi ISIS yang dinilai melenceng jauh dari ajaran Islam.

Aksi yang dilakukan di media sosial itu sempat booming. Hal itu diawali karena kegeraman publik atas aksi militan ISIS yang mengeksekusi wartawan James Foley dan Steven Sotloff. Kegeraman pun duwujudkan melalui bendera dengan warna hitam dan putih itu.

Menggunakan hastags #BurnISISFlagChallenge dan #BurnISIS, aktivis yang berasal dari Libanon itu mengajak pengguna media sosial untuk memerangi kekejaman ISIS. Aksi pembakaran bendera itu pun mendapat beragam komentar dari warganet. 

Berbagai kalangan pun menyampaikan kecaman atas aksi yang dimulai dari Lebanon itu. Karena bagaimana pun juga, aksi tersebut dianggap sangat menciderai umat muslim. Terlebih di dalamnya tercantum lafal Allah dan Nabi Muhammad.

Challange yang banyak mencuat sejak tahun 2014 itu pun membuat berbagai kalangan menyampaikan pendapatnya.

Salah satunya Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S Awwas sebagaimana dilansir dari Merdeka.com yang menyebut jika aksi pembakaran bendera USIS berlafalkan Laa Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah' yang menjadi simbol ISIS tidak dilakukan sembarangan.

Karena aksi tersebut ditakutkan akan memantik emosi dan konflik baru. Salah satunya kekhawatiran ketika umat non muslim melakukan pembakaran bendera. Sehingga ditakutkan mampu memunculkan konflik baru. 

"Bagaimana jika dengan alasan membakar bendera ISIS yang jahat itu, non Muslim ikut membakar dan umat Islam balik membakar lambang agama lain, atau membakar gereja. Apakah aparat keamanan akan dapat mengendalikannya," terang Irfan sebagaimana dilansir dari Merdeka.com.

Dia pun meminta agar masyarakat memerangi cara ISIS dengan upaya yang dilegalkan dalam Islam. Sehingga umat muslim tidak salah langkah dalam mengambil sikap.

Dia meminta umat muslim di Indonesia tidak abai dengan bahaya paham Syiah. Sebab menurut analisis dia, ISIS justru menyerap paham-paham Kaum Khawarij, merupakan sempalan Kaum Syiah Alawiyin.


Topik

Peristiwa Pembakaran-Bendera-Tauhid challange-bakar-bendera-tauhid pembakaran-bendera-ISIS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Heryanto