Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

PT Indiratex Spindo Digeruduk Singosari

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Lazuardi Firdaus

10 - Dec - 2016, 03:28

Placeholder
Pertemuan warga RW 10 Randu Agung, Singosari dan PT Indiratex Spindo, di gedung serbaguna PT Indiratex Spindo

MALANGTIMES - Ketenangan kerja di PT Indiratex Spindo Singosari, Kabupaten Malang, terganggu. Itu karena sekitar 15 sampai 20 warga RW 10 Randu Agung, Singosari, mendatangi PT Indiratex Spindo dan mengeluhkan pembangunan pelengsengan yang memangkas luas sungai.

Sebenarnya, permasalahan antara warga dan perusahaan yang membuat benang itu sebenarnya sudah clear. Sebab, ketua RW yang lama sudah memberi izin kepada perusahaan untuk mendirikan bangunan. Tapi warga meminta bila pembangunan berlangsung, tidak ada penyempitan sungai.

Namun di saat pembangunan di atas tanah yang diklaim milik PT Indiratex Spindo itu, ketua RW lama (Agus) meminta penghentian pembangunan. Agus meminta tembok mundur 5 meter. Tapi perusahaan tidak bersedia. Lalu terjadi pertemuan di Balai Desa Randu Agung RW 10.

Warga hanya mempertanyakan batas PT Indiratex Spindo sampai di mana. Soalnya, semenjak ada pembangunan pelengsengan, beberapa RT terkena dampak banjir.

Sudarto, salah satu warga yang mengaku korban banjir, mengatakan sebenarnya ia sudah tak mau lagi cekcok dengan perusahaan. Namun melihat beberapa waktu terakhir di sekitarnya sering banjir, warga diam karena merasa tidak punya kuasa atau merasa tidak mengerti apa-apa. Apalagi mereka sudah dijanjikan penyelesaian banjir.

"Kami ini tidak mengerti bahasa-bahasa perusahaan, namun sepenglihatan kami, PT Indiratex Spindo sepertinya lupa dengan pertemuan yang dilakukan di balai desa kala itu. Kami warga desa sudah senang karena sudah dikasih kepercayaan bahwa masalah banjir akan segera terselesaikan. Bahkan ada gambar yang sudah kami lihat, namun sampai sekarang belum terealisasi," papar pria yang mengenakan baju kukuh itu.

Perwakilan PT Indiratex Spindo Lusi menyangkal bahwa pihaknya kurang peduli dengan warga sekitar. "Sebenarnya masalah banjir ini masalah lama, sekitar tahun 2010. Kita sudah minta bantuan ke dinas pengairan bahwa sumber banjir ini dari mana?" kata Lusi.
 

Komisi A DPRD Kab. Malang, Drs. Didik Gatot Subroto (kemeja biru), saat meninjau lokasi sungai ditengah tanah PT Indiratex Spindo

Di tengah alotnya mediasi yang dilakukan, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto sedikit memberi statemen agar kedua belah pihak bisa menunjukkan letak pelengsengan dan tanah yang dipermasalahkan warga dan PT Indiratex Spindo.

"Problem ini kan kompleks. Artinya harus kita sinergikan. Dampak banjir ini bukan karena posisi sungai berada di tengah-tengah tanah milik PT Indiratek Spindo. Saat hujan turun itu dari jalan tetapi ada aliran sungai dan bertemu pada satu titik. Nah sehingga penyelesaian harus bersinergi, antara perusahaan dan dinas pengairan," ungkap Didik.

"Yang kedua ini bagian dari rencana kerja yang terintegrasi lintas kesatuan kerja. Maka kasus ini tidak bisa kita selesaikan hari ini. Kapan? harus kita undang mereka. Kita hearing data hari ini dan akan kita ambil kita padukan. Sata dari masyarakat perusahaan kita padukan. Lalu BPN-nya itu punya kepentingan dalam menunjukkan penetapan tanda batas saja," ujarnya. (*) 

 


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Lazuardi Firdaus