Satu di antara deretan toko oleh-oleh milik artis Ibu Kota yang belum lama ini berdiri di Kota Malang adalah Toko Oleh-oleh A6 (Asix) milik artis Anang Hermansyah.
Suami Ashanty ini rupanya juga tergiur dengan omzet besar yang diperoleh sahabat-sahabatnya para artis Jakarta yang lebih dulu membuka toko oleh-oleh di Kota Malang.
Namun demikian, manajemen Toko Oleh-oleh A6 9 (Asix) tidak mau jika keberadaannya dianggap mematikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Malang Raya.
Justru, keberadaan toko oleh-oleh yang beralamat di Jl Guntur Kota Malang ini bertujuan membantu mengangkat branding produk-produk khas Malang Raya.
Demikian ditegaskan Marketing Communication Toko Oleh-oleh A6, Ryo Hadi Souji. Menurutnya, keberadaan Asix ini justru untuk mengangkat potensi produk UMKM di Kota Malang.
"Menurut saya keberadaan kami di sini justru akan menguntungkan produk UMKM yang ada. Karena Asixi dari Mas Anang ingin gimana caranya kita tetap mengangkat produk lokal. Makanya kami juga menjual produk UMKM Malang Raya, tidak sekadar menjual produk kami sendiri," kata Ryo saat ditemui MalangTIMES, Sabtu (2/9/2017) sore.
Produk UMKM yang dijual di Toko Asix memiliki banyak varian mulai Kripik Buah Naga dari Kota Batu, Keripik Talas dari Pujon, Keripik Nanas dari Kota Malang, dan Singkong Kremes dari Pujon Malang.
Ada juga Kripik Ubi dari Kota Batu, Jenang Durian dari Kota Malang, Unthuk Yuyu dari Singosari, kripik pisang dari Ketindan Kabupaten Malang, dan Keripik Belut dari Kota Batu.
"Jadi selama ini kita menggandeng 25 pelaku UMKM. Ke depan akan menggandeng sekitar 60 UMKM lagi, dan termasuk UMKM yang mengolah kopi. Ini membuktikan kami bukan sekadar kue kekinian artis tapi juga membranding produk UMKM ke pembeli," tegas pria 28 tahun tersebut.
Untuk pemilihan produk yang dijual di toko yang baru di launching pada 19 Agustus lalu itu, Anang dan Ashanty sebagai langsung turun ke lapangan menemui para pelaku UMKM sekaligus melakukan tester produk yang akan dipilih.
Tidak hanya itu, Toko Asix juga kerab melakukan monitoring dan evaluasi terhadap produk UMKM yang ada agar kualitas produk tetap terjaga.
"Jadi UMKM jangan minder atau menganggap kami sebagai pesaing. Kami ingin berkolaborasi dengan mereka agar produknya laku di pasaran," jelasnya.
Disamping itu, produk oleh-oleh Asix menjual 6 varian kue yang harganya berkisar antara Rp 57 ribu hingga Rp 75 ribu per pax.
"Pemasaran produk justru lebih banyak dilakukan dengan memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan Facebook," ujarnya.
