Jelang perayaan kemerdekaan tangal 17 Agustus, Adib Sarifuddin, salah satu warga Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung kebanjiran orderan lampion.
Lampion adalah desain lampu yang dimasukkan ke dalam kotak dari kayu atau bambu. Pada sisi kotak tersebut biasa diterakan gambar garuda atau gambar Bung Karno yang terbuat dari banner.
Sebenarnya usaha utamanya Adib membuat alat-alat sekolah PAUD dan TK. Namun sudah dua tahun ini, pada bulan Agustus Adib Sarifuddin selalu memperoleh pesanan lampion.
“Awalnya hanya mencari peluang usaha musim-musiman. Akhirnya, dengan mendatangi Rt/RW,dan pak lurah, banyak yang tertarik dengan lampion” kata Saifuddin.
Dari pembuatan lampion, Saifuddin bisa mengambil keuntungan 5 ribu perbiji. Dalam satu hari, Saifuddin bisa meraup keuntungan bersih sekitar 300 sampai 400 ribu.
“Sehari bisa menghasilkan Rp 300-400 ribu, tergantung pesanan. Modal pertamanya hanya 1 juta , dan perbiji untungnya 5 ribu. Jadi keuntungan per hari tinggal mengalikan berapa per hari terjual” pungkas Saifuddin.
Sedangkan saat ditanya kendala membuat lampion, Saifuddin mengaku sering kekurangan bahan baku, terutama banner yang harus pesan dulu.
