Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Ini Dia, Main Angklung di Tepi Kolam Buaya Muara

Penulis : Nurliana Ulfa - Editor : Redaksi

31 - Mar - 2016, 19:27

Placeholder
MUSIK DAN BUAYA: Rombongan wisatawan memainkan angklung di tepi kolam buaya. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

Belajar memainkan alat musik tradisional memang mengasyikkan. Apalagi jika memainkannya tepat di atas kolam buaya muara. Main angklung di tepi kolam buaya ada di lokasi wisata Predator Fun Park (PFP) Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Di wahana saung angklung, wisatawan akan diajari cara memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat ini. Wisatawan dapat duduk di tribun yang mengitari kolam buaya. Nama buaya yang ada di kolam adalah Bayu.

Bayu merupakan buaya paling gemuk dan agresif di Predator Fun Park. Bayu adalah buaya muara yang didatangkan dari Kalimantan.

Sebagai binatang nocturnal, Bayu lebih agresif di malam hari. Sementara saat pagi dan siang hari dia lebih suka diam dan tenang di kandang kekuasaannya sambil mendengarkan bunyi angklung yang dimainkan oleh wisatawan.

Terkadang Bayu keluar dari dalam air dan menjemur tubuhnya di tanah dalam kandangnya. Terkadang dia memilih untuk berendam di dalam air dan hanya menunjukkan moncong buayanya di permukaan.

Sembari menunggu berkumpulnya para pemain angklung lainnya, wisatawan bisa melihat tingkah si Bayu dari atas tribun.

Satu persatu wisatawan akan dipinjami angklung. Masing-masing angklung memiliki nada yang berbeda. Mereka akan diajari untuk memainkan angklung dengan benar, seperti cara memegang cara membunyikan, serta mengenali nada.

Setelah diberikan pengarahan oleh pemandu, para wisatawan akan diajak memainkan lagu-lagu pop maupun lagu anak-anak. Seperti Balonku Ada Lima, hingga Semua Tentang Kita dari Peter Pan.

Tossy Kusdianto, Operational Manager Predator Fun Park mengatakan, saung angklung ini bisa menampung sebanyak 125 orang wisatawan.

”Sedangkan alat musik angklung dipilih karena ingin menciptakan kesan unik yang bisa didapatkan wisatawan,” ungkap Tossy. Angklung-angklung tersebut didatangkan dari Bandung Jawa Barat. (*)


Topik

Wisata Kota-Wisata-Batu Predator-Fun-Park



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurliana Ulfa

Editor

Redaksi