Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Dewi Farida Suryani dalam acara Malang Fashion Street Festival 2016 di Simpang Balapan, Kota Malang (Foto Humas Pemkot Malang For MalangTIMES)
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Dewi Farida Suryani dalam acara Malang Fashion Street Festival 2016 di Simpang Balapan, Kota Malang (Foto Humas Pemkot Malang For MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dewasa ini dunia fashion berkembang dengan baik dan menjadi subsektor penggerak industri kreatif. Disamping itu, fashion kini menjadi lokomitif industri kreatif dan mampu menambah nilai di bidang ekonomi. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Dewi Farida Suryani menyebut bahwa dunia fashion mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 54 persen dan memiliki nilai tambah di industri kreatif sebanyak 44,3 persen.

"Sektor ini didukung oleh beberapa pilar yakni sumber daya manusia, industri, teknologi, lembaga pembiayaan," kata Istri Wali Kota Malang ini dalam sambutannya saat membuka even Malang Fashion Street Festival 2016 di Simpang Balapan, Minggu (3/4/2016). 

Umi Farida sapaan akrabnya menjelaskan, metamorfosa dunia fashion, membuat sektor ini mengalami pergeseran, dari awalnya kebutuhan menutup aurat menjadi kebutuhan akan gaya dan trend manusia. 

"Kegiatan hari ini, merupakan sebuah terobosan baru, dimana biasanya ditampilkan dimana fashion saat ini bisa dinikmati segala kalangan," imbuhnya.

Ia pun menekankan pentingnya sinergitas antara dunia fashion dengan pariwisata, karena jika dua elemen tersebut mampu bersinergi dengan baik maka Kota Malang akan mampu menawarkan objek wisatanya dari berbagai aspek. 

"Tidak hanya segi keindahan alamnya, namun juga ditopang industri kreatif, suasana yang nyaman dan juga dukungan regulasi dari pemerintah," pungkasnya. (*)