Jenazah Eka Suryani, buruh migran asal Dusun Mulyosari, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, tiba di terminal cargo, Bandara Juanda Sidoarjo, Jumat (26/2/2016).
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Jenazah Eka Suryani dibawa dari Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-302 dan tiba pukul 07.20 WIB di Terminal 2 Bandara Juanda.
Hingga berita ini ditulis, peti jenazah masih dalam proses pengurusan administrasi oleh pihak bandara.
Pantauan SURABAYATIMES, Teguh Indra Saputra (31), suami Eka dan keluarga lainnya tampak ikut menjemput kedatangan peti jenazah Eka.
Proses serah terima barang milik Eka dan berita acara sudah dilakukan oleh Staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, EW Suseno, perwakilan KJRI serta Teguh Indra Saputra, selaku suami Eka.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Menurut rencana, dari terminal cargo Bandara Juanda, Sidoarjo, jenazah Eka akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang untuk diotopsi.
Setelah itu, jenazah baru dibawa ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.
Seperti diberitakan, Eka meninggal di Tiongkok karena tersengat arus listrik pada saluran air panas kamar mandi. Pihak keluarga meminta otopsi, karena menilai ada yang janggal dalam kematian Eka. (*)
